Farida Mooduto, Kepala DinP3A Kabupaten Bolmong. (Foto: totabuan.co)
Farida Mooduto, Kepala DinP3A Kabupaten Bolmong. (Foto: totabuan.co)

Film Porno, Penyebab Pelecehan Seks di Bolmong

BOLMONG, publikreport.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinP3A) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Farida Mooduto menjelaskan, penyebab terjadinya kasus pelecehan seks/tindakan asusila, dikarenakan pelaku kerap menonton film porno.

“Itu efek dari nonton film porno,” tegasnya.

Tahun 2018 ini, Farida mengungkapkan, sudah ada dua kasus yang didampingi instansi yang dipimpinnya. Kedua kasus tersebut, yakni perbuatan cabul dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Korban pelecehan dan KDRT akan dilakukan proses pengecekan psikologi. Dari hasil pengecekan ini aka nada hasil apakah korbannya mengalami trauma berat atau ringan,” tuturnya.

Pendampingan dilakukan, menurut Farida, setelah pihaknya menerima laporan dari kepolisian dan masyarakat.

“Apapun hasilnya akan diserahkan ke pihak kepolisian. DinP3A hanya akan membantu memulihkan kondisi kejiwaan si korban,” ujarnya.

DinP3A, Farida melanjutkan, pada tahun 2017 mencatat 410 kasus yang dilaporkan ke pihak kepolisian tersebar di 9 Kepolisian Sektor (Polsek) yang ada di 15 kecamatan. Dari 410 kasus itu terdiri dari, 65 kasus pelecehan seksual, 187 kekerasan fisik, 36 kasus KDRT, 15 kasus trafficking, penelantaran anak 1 kasus dan 106 kasus kekerasan lainnya.

“65 kasus pelecehan seksual yang dilaporkan,” ungkapnya.

BACA JUGA: KDRT dan Cabul, Isteri Laporkan Suami ke Polisi

BACA JUGA: Pelaku KDRT di Tenga Ditangkap

Leave a Reply