Alek Kalangi, penjual koran di pusat kota Tomohon. (Foto: Edelweiss CT/publikreport.com)
Alek Kalangi, penjual koran di pusat kota Tomohon. (Foto: Edelweiss CT/publikreport.com)

Kisah Opa Alek, Penjual Koran di Emperan Toko

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Alek Kalangi, pria tua yang menjual koran di emperan toko pusat kota Tomohon mengaku penjualan saat ini berbeda dengan empat tahun lalu.

“Penjualan koran sekarang ini paling banyak terjual sebanyak 10-20 eksemplar per hari saja. Tahun-tahun sebelumnya penjualan bisa mencapai 100 eksemplar sehari. Ya, tak menentu, kadang banyak, kadang sedikit,” ungkap Opa Alek saat ditemui publikreport.com, Sabtu 03 Februari 2018 sore.

Koran yang diordernya setiap pagi, menurut Alek, tidak banyak lagi. Apalagi pengambilan tidak mudah lagi.

“Dulu laku dulu baru bayar. Sekarang sudah harus bayar duluan. Jadi koran yang tidak laku jadi resiko kami,” jelasnya.

Hasil dari penjualan koran, Alek mengatakan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi dirinya hanya menyewa sebuah kamar di bilangan Lingkungan II Kelurahan Kamasi Kecamatan Tomohon Tengah.

“Untuk biaya sewa rumah serta makan sehari-hari, hasil penjualan koran sudah tidak mencukupi. Namun, mau kerja apa lagi, saya sudah tua. Menjadi penjual koran satu-satunya pekerjaan yang saya jalani dengan umur saya,” ujarnya.

Mereka di Kaki Menara Alfa Omega

Leave a Reply