Lubang-lubang menganga di atas trotoar depan SD GMIM III Tomohon atau di Kaaten Kelurahan Matani I Kecamatan Tomohon Tengah. (Foto: publikreport.com)
Lubang-lubang menganga di atas trotoar depan SD GMIM III Tomohon atau di Kaaten Kelurahan Matani I Kecamatan Tomohon Tengah. (Foto: publikreport.com)

Trotoar di Kaaten Bahayakan Siswa dan Warga

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Sejumlah warga mengeluhkan lubang pada trotoar di depan Sekolah Dasar (SD) GMIM III Tomohon yang ada di Lingkungan I Kelurahan Matani I Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Kami kuatir jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika anak-anak pergi atau pulang sekolah,” kata Joni Mengko dan Paula Runtu, warga Lingkungan V Kelurahan Matani I (Kaaten) kepada publikreport.com, Selasa 06 Februari 2018.

Namanya anak-anak, Paula melanjutkan, bisa saja pulang sekolah bermain-main dan saling dorong, sehingga terperosok ke lubang di trotoar itu.

Bertahun-tahun Trotoar Ini Dikeluhkan Warga
Trotoar Ini Dinilai Membahayakan

Selain trotoar yang berlubang, Paula yang merupakan orang tua siswa, juga mengeluhkan beberapa lampu jalan di Kaaten yang sering tidak menyala.

“Kaaten ini merupakan kompleks persekolahan ada SD, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bahkan perguruan tinggi. Sehingga Kaaten menjadi tempat kost siswa dan mahasiswa dari luar Tomohon. Dengan tidak menyalanya lampu jalan otomatis mengundang kejahatan di malam hari karena gelap,” jelasnya.

Trotoar, Besi Tatakan Bunga, Pergola dan Markisa serta Tempat Sampah Terkesan ‘Dibiarkan’

Paula dan Joni berharap, pemerintah dan pihak yang berwenang dapat memperhatikan demi kenyamanan dan keamanan bersama.

Mengenai trotoar berlubang, Wakil Kepala SD GMIM III Tomohon, Johanna Wulan Wola mengatakan, karena penutup trotoar diangkat oleh pekerja saat pekerjan proyek pipa. Proyek selesai, penutup trotoar tidak dipasang lagi.

“Itu sekitar Juni 2017 lalu,” ungkapnya.

Kisah Opa Laurens, Seorang Penyapu Jalan di Tomohon

Mencegah agar anak didik di sekolah itu tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, Yohana mengaku, setiap hari para siswa selalu diingatkan soal kondisi trotoar itu.

Yang ditakutkan, Yohana menambahkan, adalah pejalan kaki yang melewati trotoar itu dan tidak mengetahui apabila ada lubang. Apalagi lampu jalan di depansekolah seringkali tidak menyala.

Dari pantauan publikreport.com, saluran air di bawah trotoar itu sudah dipenuhi di sampah. | YELLI PRISILIA

Leave a Reply