Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Rudi Mokoginta mewakil Gubernur Sulut pada Rakerda Pembangunan Pertanian dan Peternakan, Selasa 06 Februari 2018.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Rudi Mokoginta mewakil Gubernur Sulut pada Rakerda Pembangunan Pertanian dan Peternakan, Selasa 06 Februari 2018.

Krisis Ekonomi, Sektor Pertanian Jadi Katup Pengaman

MANADO, publikreport.com – Sektor pertanian dan peternakan sangat berperan penting dalam perekonomian Sulawesi Utara (Sulut). Sektor ini mampu memberikan lapangan pekerjaan, menyedikan bahan mentah bagi industry dan menghasilkan devisa negara melalui ekspor non migas.

“Bahkan mampu menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam menghadapi krisis ekonomi yang melanda Indonesia dalam dua dekade terakhir,” kata Gubernur Provinsi Sulut yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov, Rudi Mokoginta pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Pertanian dan Peternakan, Selasa 06 Februari 2018.

Menjadi suatu keharusan bagi segenap komponen pembangunan, Rudi memaparkan, utamanya instansi pemerintah mengupayakan pembangunan pertanian dan peternakan yang berkelanjutan. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan dan bahan baku industri, memperluas lapangan kerja dan lapangan berusaha, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pendapatan nasional, sambil senantiasa menjaga kelestarian lingkungan demi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Rakerda ini, menurut Rudi, pak gubernur mengajak agar peserta memanfaatkannya sebagai wahan menyamakan persepsi dalam mewujudkan target utama arah pembangunan pertanian dan peternakan Provinsi Sulut 2016 – 2021, guna mendukung terwujudnya kedaulatan pangan.

Berikut target pembangunan pertanian dan peternakan Sulut 2018:

  • Peningkatan produksi komoditas pangan nasional dengan target produksi:
  • Padi 613.583 ton
  • Jagung 539.834 ton
  • Cabe 16.977 ton
  • Bawang merah 2.658 ton
  • Tomat 25.238 ton

Leave a Reply