Aktivitas jual beli pada sebuah toko pernak-pernik Imlek di pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur, 19 Januari 2016. Pedagang mulai menjajakan pernak-pernik Imlek dengan harga berkisar Rp5 ribu hingga Rp100 ribu per buah. (Foto: Antara/Zabur Karuru)
Aktivitas jual beli pada sebuah toko pernak-pernik Imlek di pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur, 19 Januari 2016. Pedagang mulai menjajakan pernak-pernik Imlek dengan harga berkisar Rp5 ribu hingga Rp100 ribu per buah. (Foto: Antara/Zabur Karuru)

Pernak-pernik Imlek Mulai Diburu

PONTIANAK, publikreport.com – Sebagian warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, yang akan menyambut tahun baru Imlek, mulai memborong pernak-pernik perayaan yang akan jatuh pada 16 Februari 2018.

“Saat ini sudah mulai ramai yang membeli pernak-pernik perayaan Imlek,” kata Santo, salah satu pedagang di Jalan Gajah Mada, Pontianak, Rabu, 07 Februari 2018.

Santo menjelaskan dari sekian banyak pernak-pernik yang dijual, lampion yang paling banyak diminati dan dibeli. “Selain lampion, bunga mei hwa dan hiasan kecil-kecil juga paling banyak diburu di toko ini,” ujar dia.

Santo menjelaskan pernak-pernik imlek yang dia jual adalah buatan lokal. Ada pula barang yang didatangkan dari Jakarta, bahkan diimpor dari Tiongkok. “Untuk modelnya tidak banyak berubah. Hanya saja karena shio anjing tahun ini, banyak yang bergambar anjing,” ucap dia.

Menurut Santo, untuk harga barang yang dia jual bervariasi mulai dari ribuan rupiah sampai jutaan rupiah. Dia mengatakan penjualan aksesoris Imlek ini juga mengalami pasang surut. “Kalau dibandingkan empat tahun lalu, saat ini penjualan aksesoris Imlek kami agak menurun jika dilihat dari beberapa hari ini,” kata dia. | ANTARANEWS.com | TEMPO.co

Leave a Reply