Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow saat uji coba mesin pertanian yang diserahkan Dirjen Peralatan dan Mesin Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian RI. (Foto: totabuan.co)
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow saat uji coba mesin pertanian yang diserahkan Dirjen Peralatan dan Mesin Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian RI. (Foto: totabuan.co)

Pertanian Masih Primadona di Bolmong

KOTAMOBAGU, publikreport.com – Data dari Dinas Pertanian (Dintan) Kabupaten Bolaang Mongodong (Bolmong) 2017 realisasi produksi padi di wilayah ini mencapai 411.343 ton. Produksi padi ini meningkat menyusul bertambah luasnya areal persawahan.

“Awalnya lahan areal persawahan seluas kurang lebih 25 ribu hektar. 2017 luas lahan persawaan menjadi 29.920 hektar atau bertambah seluas 4.920 hektare,” kata Bupati Kabupaten Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow.

Realisasi produksi beras 2017 sebanyak 411.343 ton, Yasti menegaskan, akan ditingkatkan dengan target 417.841 ton.

Kabupaten Bolmong, Yasti menjelaskan, tercatat sebagai daerah lumbung beras terbesar di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Selain padi, Bolmong juga terkenal daerah penghasil jagung dan kedelai.

BACA JUGA: Petani Sawah: Kenaikan Harga Beras Tak Berpengaruh di Tomohon

BACA JUGA: Petani Kakaskasen dan Wailan Minta Jalan Ini Diaspal

BACA JUGA: Krisis Ekonomi, Sektor Pertanian Jadi Katup Pengaman

Terkait program upaya khusus (upsus) jagung, menurut  Yasti, lahan kering di Bolmong seluas 67.147 hektare. 2017 lalu luas tanam ditargetkan 124.063 hektar. Realisasi 192.229 hektar.

Lahan produksi kedelai, Yasti melanjutkan seluas 3.354 hektar. Di mana pada 2017 luas tanam ditargetkan 2.140  hektar.

“Potensi pertanian masih menjadi primadona di Bolmong. Makanya ini terus kita pertahankan,” ucapnya.

Berbagai capaian dalam program upsus padi, jagung dan kedelai di Bolmong, Yasti menambahkan, tentunya tidak lepas dari bantuan pihak Kementerian Pertanian (Kementan). | TOTABUAN.co

Leave a Reply