Sejumlah umat memberikan angpao pada barongsai saat tampil dalam perayaan tahun baru Imlek 2566 di vihara Kuala Lumpur, Malaysia, 19 Februari 2015. (Foto: AP/Joshua Paul)
Sejumlah umat memberikan angpao pada barongsai saat tampil dalam perayaan tahun baru Imlek 2566 di vihara Kuala Lumpur, Malaysia, 19 Februari 2015. (Foto: AP/Joshua Paul)

Angpao Imlek Selalu Dinanti, Apa Maknanya dan Mengapa Merah?

Salah satu tradisi Imlek yang terkenal adalah angpao. Angpao adalah sejumlah uang yang diberikan sebagai hadiah kepada seseorang, diselipkan dalam amplop merah dengan hiasan.

Warna merah dari amplop itu melambangkan keberuntungan dan diharapkan bisa mengusir roh jahat. Selama Festival Musim Semi Cina, orang-orang berpangkat lebih tinggi diharapkan bisa memberikan Angpao. Bos dan manajer akan memberikan amplop kepada karyawan mereka, dan orang tua akan memberikannya kepada anak-anak mereka.

Ketika angpao diberikan kepada anak-anak, itu disebut ysuìqián, secara harfiah memiliki arti untuk mengusir “setan” dan “Raksasa Nian” yang akan mengganggu anak mereka.

Selama Dinasti Ming dan Qing, yasuiqian diberikan kepada anak-anak dalam bentuk koin yang diikat dengan tali merah. Hal itu diyakini melindungi anak-anak dari roh jahat, dan hal itu juga mencakup perihal keberuntungan.

Angpao juga diberikan pada orang dewasa yang belum menikah. Karena orang dewasa yang belum menikah dianggap masih sebagai anak kecil, jadi tetap harus menerima angpao. Angpao untuk orang dewasa yang belum menikah punya makna menangkal diri dari nasib buruk. Merah melambangkan keberuntungan dan uang tersebut diharapkan mendatangkan keberuntungan bagi penerimanya untuk masa yang akan datang. Perlu diingat, untuk bersikap sopan dengan menghindari membuka amplop di depan keluarga.

Leave a Reply