Akris Roro Fitria setelah melakukan pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Narkoba, Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Februari 2018 dini hari. Roro ditangkap pada 14 Februari 2017 atas terkait kasus narkoba jenis sabu. (Foto: Tempo/Fakhri Hermansyah)
Akris Roro Fitria setelah melakukan pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Narkoba, Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Februari 2018 dini hari. Roro ditangkap pada 14 Februari 2017 atas terkait kasus narkoba jenis sabu. (Foto: Tempo/Fakhri Hermansyah)

Selain Pengguna, Polisi Sebut Roro Fitria Pengedar Narkoba

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menjelaskan, dari pengembangan penyelidikan, Roro Fitria bukan sekedar pengguna, melainkan juga pengedar. Namun pengedar dalam arti membagikan ke teman yang dikenalnya.

“Jadi ada beberapa artis, kemudian teman-teman yang pengguna, dan pengedar. Dia (Roro Fitria) cuma dipakai, kemudian juga diberikan ke orang. Ya seperti itu,” ujarnya di Markas Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Kamis, 22 Februari 2018.

Argo menambahkan, dari beberapa artis yang ditangkap, pihak penyidik terus mengejar bandar terbesar pemasok narkoba di kalangan artis.

“Tapi kepolisian tidak mengejar itu aja. Karena, selama ini kita mendapat pengedar setelah dikembangkan ada beberapa artis,” ucapnya.

Roro Fitria ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba pada Rabu, 14 Februari 2018, di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Polisi juga menemukan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 2,4 gram. | TABLOIDBINTANG I TEMPO.co

Leave a Reply