Foto: Rumah123/Ist
Foto: Rumah123/Ist

Dinding Rumah Pake Gipsum, Bernilai Tambah bagi Penghuni Rumah

Tahu gak? Saat ini di negara-negara maju menggunakan gipsum untuk dinding rumah. Jadi, gipsum tak sebatas untuk pfafon rumah saja.

“Kalau di Eropa, dinding itu tidak semata-mata harus kokoh, tetapi juga harus bisa menahan udara di luar,” ujar Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia, Hantarman Budiono, di Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com.

Negara-negara di Eropa mengalami 4 musim dalam setahun, jadi dinding pemisah haruslah yang mampu menahan terpaan 4 musim tersebut.

“Bagaimana dinding itu jadi pemisah antara lingkungan di luar dan habitat di dalam. Kalau musim panas, panasnya tidak masuk ke dalam dan kalau musim dingin, dinginnya juga tidak masuk ke dalam,” kata Hantarman.

Selain untuk hunian, kata dia, gipsum juga digunakan untuk bangunan yang lain, misalnya rumah sakit.

Selain mampu menahan udara luar masuk ke hunian, gipsum juga memiliki kelebihan lain yakni ramah lingkungan, terutama penggunaan air sebagai bahan utama. Dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota yang begitu pesat, ketersediaan air yang terbatas menjadi permasalahan tersendiri.

“Gipsum hanya memakai air yang sangat sedikir. Penggunaan material juga sumbernya recycle, jadi sangat ramah lingkungan,” kata Hantarman.

Nah, bagaimana kalau di Indonesia? Negeri kita merupakan beriklim tropis yang sinar mataharinya melimpah. “Tembok adalah penghantar panas terbaik di dalam rumah dan panasnya tetap bertahan di dalam tembok sampai jam dua pagi,” ujar Hantarman.

Leave a Reply