Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan mengenai program Kementerian Perindustrian dalam pengembangan pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan ketika menjadi pembicara utama pada Dialog Nasional dengan tema Sinergi untuk Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia yang diselenggarakan oleh USAID dan Rajawali Foundation di Jakarta, Rabu 07 Maret 2018.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan mengenai program Kementerian Perindustrian dalam pengembangan pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan ketika menjadi pembicara utama pada Dialog Nasional dengan tema Sinergi untuk Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia yang diselenggarakan oleh USAID dan Rajawali Foundation di Jakarta, Rabu 07 Maret 2018.

Perguruan Tinggi International Boleh Beroperasi di Indonesia

PENDIDIKAN

JAKARTA, publikreport.com – Pemerintah membuka peluang bagi perguruan tinggi internasional untuk beroperasi di Indonesia, demikian disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

“Salah satu langkah yang sedang dilakukan pemerintahan Bapak Jokowi adalah membuka kesempatan bagi perguruan tinggi internasional bisa beroperasi di Indonesia terutama di kawasan ekonomi khusus,” kata Airlangga melalui keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu, 07 Maret 2018.

Menperin menyampaikan hal itu ketika menjadi pembicara utama pada Dialog Nasional dengan tema Sinergi untuk Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia.

Menurut Airlangga, akan diberikan kemudahan dalam perizinan bagi para tenaga pendidik dari luar negeri yang ingin mengajar di Indonesia.

“Jadi, profesornya kita bawa ke Indonesia, supaya mahasiswa kita bisa mengakses gelar profesor dengan mudah dan semakin banyak. Saat ini, mahasiswa kita banyak yang kuliah di luar negeri, tetapi kedepannya mahasiswa dari luar negeri akan banyak datang untuk belajar di Indonesia,” paparnya.

Airlangga menjelaskan, pengembangan SDM merupakan strategi persiapan guna menangkap peluang bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada tahun 2020-2030. Tumbuhnya jumlah angkatan kerja yang produktif ini dapat memacu kinerja ekonomi nasional.

“Sejarah membuktikan, peluang itu muncul pada saat negara mengalami bonus demografi. Contohnya Jepang, pertumbuhan ekonominya mencapai 5 persen ketika bonus demografi, tetapi setelah masa itu lewat, pertumbuhannya rendah menjadi 0,9 persen,” ungkapnya.

Negara lainnya, yakni China juga sempat meraih pertumbuhan ekonomi tinggi mencapai 9,2 persen pada saat bonus demografi, tetapi menurun menjadi 6,7 persen setelah momentum itu selesai. Hal serupa juga dialami oleh Singapura dan Thailand.

Untuk itu, peluang emas Indonesia dalam membangkitkan perekonomiannya tidak boleh terlewatkan karena masih ada periode hingga tahun 2030.

“Saat ini, Indonesia telah masuk one trillion dollar club,” ujar Menperin.

Perbaikan ekonomi di Tanah Air, juga terlihat dari empat aspek selama 15 tahun terakhir.

Pertama, populasi tenaga kerja meningkat lebih dari 30 juta, yang ditopang dengan naiknya gaji sebesar dua kali lipat. Kedua, pertumbuhan konsumsi meningkat pula delapan kali lipat, di mana saat ini menyumbangkan 55 persen dari PDB.

“Ketiga, aspek investasi kita pun luar biasa peningkatannya, naik 13 kali lipat, yang juga mengalami peningkatan terhadap penyumbangan ke PDB dari 22 persen menjadi 34 persen. Terakhir, kita lihat dari kapitalisasi pasar bursa meningkat 15 kali lipat, kini kapitalisasinya mencapai 500 miliar dolar AS,” jelasnya.

Leave a Reply