Polres Mnisel menyita mie basah yang diproduksi produsen yang terbukti lewat uji laboratorium menggunakan bahan kimia berbahaya, boraks. Penyitaan dilakukan setelah tim gabungan terdiri dari Satuan Narkoba Polres Minsel, BBPOM Manado dan Dinkes Minsel, Selasa 13 Maret 2018, melakukan razia di Pasar Amurang dan Pasar Tumpaan.
Polres Mnisel menyita mie basah yang diproduksi produsen yang terbukti lewat uji laboratorium menggunakan bahan kimia berbahaya, boraks. Penyitaan dilakukan setelah tim gabungan terdiri dari Satuan Narkoba Polres Minsel, BBPOM Manado dan Dinkes Minsel, Selasa 13 Maret 2018, melakukan razia di Pasar Amurang dan Pasar Tumpaan.

Dua Produsen Mie Basah di Minsel Ditemukan Gunakan Boraks

KRIMINALITAS

AMURANG, publikreport.com – Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Kepoliisan Resort (Polres) Minahasa Selatan (Minsel) bersama BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Manado dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minsel, Selasa 13 Maret 2018, melaksanakan razia terpadu di sejumlah rumah produksi mie basah dan tahu yang ada di Pasar Amurang dan Pasar Tumpaan. Razia ini tim melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sampel dan ditemukan ada dua produsen mie basan yang positif menggunakan boraks.

“Terdapat dua produsen mie basah yang positif menggunakan bahan kimia berbahaya, boraks,” ungkap Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polres Minsel, Inspektur Satu (Iptu) Erween Tanos.

BACA JUGA: Mie Basah Dibeberapa Pasar Manado Gunakan Boraks

BACA JUGA: Mie Boraks, Wakil Ketua DPRD: Pemkot Manado Harus Tegas

Atas uji laboratorium ini, kepolisian kemudian menyita puluhan kilogram (Kg) mie basah untuk dijadikan barang bukti dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

“DI Pasar Amurang disita sekitar 15,5 Kg dan 24,4 Kg di Pasar Tumpaan. Sampelnya telah kita sisihkan sebagai barang bukti, sisanya kita musnahkan,” jelas Erween. | RIO YANTO

Leave a Reply