Pemerintah Provinsi Sulut, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai, Jumat, 23 Maret 2018, membersihkan Sungai Malalayang. Bersih-bersih sungai ini dengan tajuk ‘Sapu Kuala Malalayang’ memperingati Hari Air Dunia XXVI.
Pemerintah Provinsi Sulut, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai, Jumat, 23 Maret 2018, membersihkan Sungai Malalayang. Bersih-bersih sungai ini dengan tajuk ‘Sapu Kuala Malalayang’ memperingati Hari Air Dunia XXVI.

Kuala Malalayang Dibersihkan

 MANADO, publikreport.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai, Jumat, 23 Maret 2018, membersihkan Sungai Malalayang. Bersih-bersih sungai ini dengan tajuk ‘Sapu Kuala Malalayang’ memperingati Hari Air Dunia XXVI.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Air (SDA) Setdaprov Sulut, Franky Manumpil mewakili Gubernur Sulut mengatakan, kebutuhan masyarakat akan air semakin meningkat, seiring dengan perkembangan dan kemajuan pembangunan di segala bidang. Tantangan itu dapat diatasi dengan melakukan konservasi sumber daya air.

“Kita harus melakukan berbagai langkah konservasi sumber daya air, seperti dengan terus berupaya melindungi dan memelihara keberadaan, kondisi lingkungan air tanah serta menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Konservasi sumber daya air, menurut Franky, mampu mempertahankan ketersediaan air dalam kualitas dan kuantitas yang memadai bagi kebutuhan makhluk hidup, baik sekarang maupun bagi generasi yang akan datang.

Kegiatan bersih-bersih sungai ini, Franky berharap, dapat membuat masyarakat Sulut lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup. Apalagi tujuan kegiatan sangat konstruktif dan bermanfaat sebagai pembudayaan kecintaan serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup.

“Cinta lingkungan representasi nyata dari semangat hidup be rdasmai dengan lingkungan, bahwa ‘torang samua ciptaan Tuhan,” ujarnya.

Leave a Reply