Stefy E Tanor, Ketua Umum Investasi UMKM Indonesia/Pejuang Pembentukan Kota Otonom Tomohon.
Stefy E Tanor, Ketua Umum Investasi UMKM Indonesia/Pejuang Pembentukan Kota Otonom Tomohon.

Pengamat: Identitas Daerah Harus ‘Sakral’

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Beberapa slogan daerah atau identitas yang menjuluki sebuah daerah terperangkap pada situasi euforia dan kepentingan. Hal ini dipahami karena dipengaruhi oleh sistim demokrasi yang mengharuskan setiap 5 tahun melaksanakan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Setiap calon kepala daerah memiliki visi dan misi yang sangat terkait erat dengan kepentingan. Hampir dapat dikatakan setiap terjadi pergeseran kepemimpinan daerah maka identitas daerah pun terpengaruh untuk diubah.

Demikian disampaikan Ketua Umum Investasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menegah) Indonesia, Stefi Tanor kepada publikreport.com, Minggu, 03 Juni 2018.

Bertahun-tahun Trotoar Ini Dikeluhkan Warga

“Seharusnya identitas daerah yang diajukan ajukan bersifat ‘sakral’. Mengapa? Karena identitas itu menyangkut potensi yang di dalamnya ada ‘soul’ yang mewakili identitas sosial budaya masyarakat setempat yang melahirkan sebuah etos atau jiwa kebudayaan,” jelas Stefi yang juga merupakan salah satu pejuang pembentukan Kota Tomohon.

Identitas yang dibangun, menurut Stefi, harus mampu menjadi pendorong pertumbuhan potensi daerah termasuk mendorong potensi ekonomi masyarakatnya. Jadi tidak sekedar karena ikut-ikutan latah dengan daerah lain.

Tomohon Kota Bunga?
TIFF = Tomohon Kota Pariwisata Dunia?

Leave a Reply