Ilustrasi.
Ilustrasi.

Krisis Premium Landa Tagulandang

SITARO, publikreport.com – Warga Kabupaten Sitaro (Siau, Tagulandang dan Biaro) yang mendiami tanah Mandolokang hanya bisa mengelus dada dan menyampaikan uneg-uneg. Pasalnya, kelangkaan BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis premium alias bensin kembali terjadi.

Warga mengaku sulit mendapatkan bahan bakar ini. Mirisnya lagi, kalau pun ada yang menjual, harganya sudah lebih dari 2 kali lipat dibanding harga normal.

Ironisnya, informasi yang dihimpun, sudah sekitar tiga bulan terakhir BBM subsidi tidak masuk Tagulandang.

“Seingat saya, sudah hampir tiga bulan pangkalan BBM subsidi tidak dibuka,” beber salah seorang tukang ojek yang biasa mangkal di pangkalan ojek di pasar.

BACA JUGA: Jerat Pidana Bagi Penyalahguna Pengangkutan BBM Bersubsidi

BACA JUGA: Satu Ton BBM Solar Diamankan dari Pelabuhan Bitung

Padahal, lanjutnya, bahan bakar bersubsisi biasanya dalam sebulan masuk dua kali.

“Herannya lagi, pemerintah daerah seperti tak peduli,” sebut lelaki yang akrab disapa ungke ini.

Ketua Laskar Manguni Indonesia (LMI) Kabupaten Sitaro, Alfret Tadete, ikut angkat bicara. Menurutnya, kelangkaan BBM yang kerap terjadi merupakan bukti nyata bahwa pemerintah daerah kurang peduli dengan kesejahteraan warganya.

“Ini bukan baru pertama kali, dan bukan hanya terjadi di Tagulandang, di Siau pun  demikian. Dan menurut saya, jika pemerintah peduli dengan warganya, ini tidak akan terjadi berlarut-larut,” tuturnya.

BACA JUGA: Bolehkah Menjual Bensin Eceran di Pinggir Jalan?

Leave a Reply