Warga Papua dari suku yang berada di wilayah pegunungan tengah, memasukkan surat suara ke dalam kotak di TPS 21, Kelurahan Imbi, Papua, 9 Juli 2014. (Foto: Tempo/Cunding Levi)
Warga Papua dari suku yang berada di wilayah pegunungan tengah, memasukkan surat suara ke dalam kotak di TPS 21, Kelurahan Imbi, Papua, 9 Juli 2014. (Foto: Tempo/Cunding Levi)

KPU Harap Sebelum 03 Juli Pilkada Susulan Papua

POLITIK

JAKARTA, publikreport.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan lembaganya masih menunggu jaminan dari TNI dan Kepolisian RI (Polri) untuk melakukan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang tertunda di dua kabupaten di Papua, yaitu Nduga dan Paniai, serta puluhan TPS di Kabupaten Yahukimo.

“Sampai saat ini kami terus berkoordinasi kapan mereka (TNI dan Polri) kapan bisa menjamin Pilkada di daerah tersebut bisa dilakukan,” kata Pramono di kantornya pada Kamis, 28 Juni 2018.

Menurut Pramono, untuk di Kabupaten Paniai, sampai sekarang pendistribusian logistik belum bisa dilakukan karena masalah keamanan. Sementara di Kabupaten Yahukimo, ada 87 TPS yang belum bisa melaksanakan pemungutan suara. “Di Papua ini memang harus ada penanganan serius,” ujarnya.

Pramono berharap pemungutan suara susulan dapat dilakukan sebelum rekapitulasi di tingkat kecamatan. “Kami berharap sebelum 3 Juli bisa dilakukan. Tapi untuk di daerah Paniai mungkin agak sulit, sehingga kami benar-benar meminta jaminan TNI dan Polri kapan situasi kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar mengatakan pihaknya telah menelepon Penjabat Gubernur Papua ihwal kondisi terkini di daerah tersebut. Bahtiar mendapat keterangan bahwa Papua dalam kondisi aman. “Jadi tidak ada sesuatu yang luar biasa. Memang ada gangguan dari kelompok masyarakat sipil bersenjata, yang memang rutin gangguan di daerah pegunungan, tapi secara umum di papua tidak ada masalah,” ujar Bahtiar di kantornya, Kamis, 28 Juni 2018.

Menurut Bahtiar, untuk di Kabupaten Nduga hanya terkendala penyelenggara KPU. Komisioner KPUD Nduga telah diberhentikan sementara sehingga tugasnya diambilalih oleh KPU Provinsi Papua. “Namun penyelenggara terlambat datang pada hari H. Jadi ditunda,” kata Bahtiar.

Adapun situasi keamanan di Kabupaten Nduga sempat bergejolak pada dua hari menjelang pemilihan atau 25 Juni 2018. Terjadi penembakan oleh kelompok bersenjata yang menyasar pesawat yang ditumpangi belasan polisi di Bandara Kenyam. Namun, seluruh logistik pelaksanaan Pilgub Papua 2018 untuk Kabupaten Nduga sudah ada di lokasi. Pelaksanaan proses pemungutan suara saat itu tinggal menunggu kedatangan pihak penyelenggara, yakni tim dari KPU Provinsi Papua. | TEMPO.co

Leave a Reply