Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tomohon Kota Togel?

Riuh tapi senyap. Nampak namun samar. Mungkin dua kalimat inilah gambaran terjadinya perjudian toto gelap (togel) di Kota Tomohon. Perjudian togel jelas-jelas diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sayangnya aktivitas perjudian ini seakan tidak bisa dihentikan oleh aparat. Padahal Kota Tomohon menyandang Kota Relijius, Kota Pendikan dan Kota Bunga. Kini apakah Kota Tomohon juga akan disebut Kota Togel?

Tomohon terbilang kota kecil. Kota kecil, sehingga para bandar togel nyaman bercokol dan memainkan perjudian tebak angka. ‘Kaki-kaki’ para bandar ini disebar ke lima kecamatan bahkan merambah ke kecamatan tetangga. Mungkin terjadi persaingan antar bandar, tapi mungkin juga terjadi kerjasama.

Omzet para bandar terbilang wow! Kemana mengalir omzet ratusan juta perhari ini?

Dengan pendapatan yang terbilang besar para bandar togel seakan merasa nyaman memainkan perjudian togel ini. Apalagi disinyalir para bandar ini dibackup ‘orang-orang kuat’.

Permainan tebak angka yang dalam sehari tiga putaran ini seakan berlangsung lancar di kelurahan-kelurahan Kota Tomohon dan desa-desa tetangga. Masyarakat pemasang dibuai mimpi dengan angka-angka mengundi nasib. Perkiraan-perkiraan dibuat berdasarkan harapan dan menjadi spekulasi untuk menebak angka dengan memberikan taruhan.

Togel Tumbuh Subur di Sulut

Memang perjudian togel dapat dikatakan digemari masyarakat, padahal dampak sosialnya luar biasa. Misalnya rawan terjadi tindak pidana pencurian, membuat orang jadi malas, hutang yang menumpuk dan lain-lain. Sehingga ada ungkapan, “Tidak ada orang jadi kaya karena judi”.

Mengapa aktivitas ilegal ini tidak dapat dihentikan? Jawabannya (mungkin) telah menggurita.

Togel Kian Menggurita di Sulut

Leave a Reply