Foto: Forbes.com
Foto: Forbes.com

Pemerintah Genjot Hybrid Dulu Ketimbang Mobil Listrik, Ini Alasannya

Pemerintah belakangan ini sudah menekankan rencana ke depan mereka untuk mendorong penggunaan mobil ramah lingkungan. Jenis-jenisnya sendiri termasuk hybrid, hybrid plug-in, dan mobil listrik.

Informasi kemudian datang dari pihak Gaikindo bahwa hybrid akan didorong lebih dulu.

Yohanes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo mengatakan hal itu. Kemudian ia juga mengutarakan alasannya. Sejauh ini, pertimbangannya adalah efek harga kendaraan tersebut di masyarakat.

“Orang-orang lihat kendaraan hybrid lebih mahal dari mobil biasa. Plug-in hybrid lebih mahal lagi dari kendaraan biasa. Sementara itu, electric vehicle jauh lebih mahal lagi. Jadi kalau kita langsung loncat ke situ, kaget nantinya,” ujarnya.

Ia kemudian mengambil contoh perbandingan kisaran harga mobil konvensional yang masih menggunakan bahan bakar cair dan mobil yang sepenuhnya bertenaga listrik.

“Mobil yang full baterai dibanding mobil biasa itu 75 persen lebih mahal,” kata dia.

Baik mobil hybrid, hybrid plug in, maupun elektik saat ini sebenarnya sudah diperkenalkan ke masyarakat. Dengan kata lain, edukasinya sebenarnya sudah disertai praktik.

Toyota sudah memasarkan Prius, Honda sudah memasarkan dan kemudian menghentikan CRX. Merek premium seperti Lexus, Infiniti, hingga BMW, bahkan Tesla juga sudah diimpor. Di kelas low sendiri Suzuki mengklaim Ertiga sebagai diesel hybrid.

Namun, yang ditunggu adalah sejauh apa kebijakan pemerintah nantinya bisa mempengaruhi harga mobil-mobil ramah lingkungan ini. Apakah akan ada mobil hybrid murah, bisa jadi ini yang paling ditunggu-tunggu. | OTOSIA.com

Leave a Reply