Focus Grup Disxussion (FGD)Pemberian Fasilitas Diplomatik Bagi Perwakilan Negara Asing di Daerah, Kamis 19 Juli 2018 di Manado.
Focus Grup Disxussion (FGD)Pemberian Fasilitas Diplomatik Bagi Perwakilan Negara Asing di Daerah, Kamis 19 Juli 2018 di Manado.

Layanan Fasilitas Diplomatik Akan Ditingkatkan

MANADO, publikreport.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap perwakilan  negara asing di Indonesia khususnya di Bumi Nyiur Melambai.

Demikian disampaikan Gubernur Provinsi Sulut melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov, Edison Humiang pada Focus Grup Discussion (FGD) Pemberian Fasilitas Diplomatik Bagi Perwakilan Negara Asing di Daerah, Kamis, 19 Juli 2018, di Manado. Diketahui, saat ini Provinsi Sulut terdapat satu perwakilan negara asing yaitu Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Filipina.

“Dalam proses pemberian pelayanan diplomatik dan pelayanan keprotokolan terhadap perwakilan negara asing, Pemprov Sulut berpedoman pada Undang-Undang (UU) Nomor 9 tahun 2010 tentang Keprotokolan serta Konvensi Wina 1961 yang telah disahkan melalui UU Nomor 1 Tahun 1982, di antaranya pemberian kekebalan diplomatik dan hak-hak istimewa dengan tetap memperhatikan asas resiprositas,” jelas Edison.

Ke depan Pemprov Sulut, menurut Edison, terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas diplomatik kepada perwakilan negara asing, baik melalui peningkatan sumber daya aparatur di bidang keprotokolan, perbaikan fasilitas publik, maupun peningkatan sinergitas dan koordinasi dengan stakeholders terkait.

Hadir dalam FGD ini, antaranya Direktur Fasilitas Diplomatik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, John Tjahjanto Boestami selaku narasumber, para perwakilan Bea dan Cukai, Departemen Imigrasi, Otoritas Bandara, Dinas Perhubungan Kabupaten dan Kota se-Sulut. | TOMMY WAHANI

Leave a Reply