Ilustrasi.
Ilustrasi.

Minut Koleksi 326 Perusahaan, Bagaimana dengan Kepesertaan BPJS?

AIRMADIDI, publikreport.com – Data Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), tercatat sebanyak 326 perusahaan yang ada. Sayangnya belum semua perusahaan ini mengikutsertakan pekerjanya ke dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.

“Perusahaan wajib mengikutsertakan karyawannya ke dalam BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” jelas Kepala Dinaker Kabupaten Minut, Petrus Macarau, kepada wartawan.

Ketentuan kewajiban ini, menurut Petrus, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2013 tentang Tahapan Kepesertaan Program Jaminan Sosial.  Perpres ini merupakan amanat dari Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS.

BACA JUGA: SBSI: Banyak Masalah Perburuhan di Tomohon

BACA JUGA: Ketua SP Pabrik Roti Jordan: Manajemen Hanya Janji-janji Saja

BACA JUGA: Banyak Masalah Tenaga Kerja, Ini Jawaban PT Kawanua Puspa Buana

BACA JUGA: Masalah Perburuhan di Pabrik Roti Jordan, Dinaker Janji Tuntaskan

Perusahaan yang tidak melaksanakan kewajiban mendaftarkan pekerjanya ke BPJS, Petrus menyatakan, sanksinya berupa teguran tertulis, denda hingga tidak mendapat pelayanan publik tertentu.

Memaksimalkan hak para pekerja, Petrus melanjutkan, pihaknya telah membentuk tim yang turun lapangan ke setiap perusahan. Tim akan mendatangi 326 perusahaan yang ada untuk melihat apakah kewajiban BPJS sudah dilakukan pihak perusahaan atau belum.

“Kami sementara turun lakukan pengawasan dan pemantauan terhadap perusahaan yang ada di Minut. Jika ada yang belum daftarkan pekerja dalam BPJS, maka kami akan minta perusahaan tersebut untuk segera mendaftar. Jika tidak, maka sanksi akan diberikan,” tegasnya. | DORANG

Leave a Reply