Ronal Rumondor (36), warga Desa Kalait II, Kecamatan Touluaan Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara, Minggu, 26 Agustus 2018, sekitar pukul 20.25 WITA, ditemukan sudah meninggal dunia di mess karyawan Toko Irvon, di Lingkungan IV, Kelurahan Malalayang I Barat, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.
Ronal Rumondor (36), warga Desa Kalait II, Kecamatan Touluaan Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara, Minggu, 26 Agustus 2018, sekitar pukul 20.25 WITA, ditemukan sudah meninggal dunia di mess karyawan Toko Irvon, di Lingkungan IV, Kelurahan Malalayang I Barat, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.

Ronal Ditemukan Tewas di Mess Karyawan Toko

MANADO, publikreport.com – Ronal Rumondor (36), warga Desa Kalait II, Kecamatan Touluaan Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu, 26 Agustus 2018, sekitar pukul 20.25 WITA, ditemukan sudah meninggal dunia di mess karyawan Toko Irvon, di Lingkungan IV, Kelurahan Malalayang I Barat, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.

“Pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban sudah dibawa ke rumah skait untuk pemeriksaan medis lebih lanjut,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Urban Malalayang, Komisaris Polisi (Kompol) Elia Maramis.

Rekan korban, Julianto Sadani (19), warga Luwuk, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kepada polisi mengatakan, saat itu dirinya hendak istirahat di kamar. Namun, sesampainya di kamar, dirinya kaget mendapati korban tergeletak di lantai.

Julianto lalu memeriksa kondisi korban, yang ternyata sudah tidak bernafas. Ia lalu memberitahukan kejadian ini kepada rekan-rekan lainnya, yang diteruskan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Urban Malalayang.

Tak berselang lama, Perwira Pengawas Piket, Inspektur Dua (Ipda) Agus Hamadjen bersama Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Ajun Inspektur Dua (Aipda) R Ngala dan personel Polsek mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara), lalu mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou, Malalayang. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply