Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto setelah menghadiri rapat koordinasi Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Januari 2018. (Foto: Tempo/Arkhelaus W)
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto setelah menghadiri rapat koordinasi Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Januari 2018. (Foto: Tempo/Arkhelaus W)

Politisi Diimbau Menahan Diri

POLITIK

JAKARTA, publikreport.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) RI, Wiranto mengakui situasi politik saat ini cenderung menghangat. Untuk itu, ia mengimbau para politisi untuk bisa menahan diri, dan tidak membuat suasana menjadi terlalu panas.

“Hangat tidak apa-apa, tapi hangat dengan gembira, hangat dengan cara-cara yang baik, elegan, bermartabat, tidak saling memfitnah, tidak ada memakai ujaran kebencian, dan sebagainya. Kalau ada itu ya dibiarkan, jangan kemudian disebarluaskan,” kata Wiranto di Kantor Kementerian Menko Polhukam, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018.

Situasi politik yang sedang menghangat saat ini, Wiranto menganggapnya biasa-biasa saja. Diingatkannya, situasi seperti ini selalu terjadi setiap akan ada Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Masyarakat Indonesia, Wiranto yakin, adalah masyarakat yang suka damai, dan tidak suka ribut.

“Tentunya tradisi ini harus kita jaga sama-sama,” ujarnya,

Masyarakat, Wiranto meminta, agar sabar mengikuti tahapan Pemilu, dengan seksama dan sesuai aturan yang berlaku. Kalau ada yang melanggar, dipersilakan untuk diproses ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Kalau ada yang melanggar, ada yang namanya Bawaslu. Ada cara-cara untuk menyelesaikan permasalahan, tapi jangan kemudian diributkan di media, itu tidak bisa,” ucapnya.

Pemerintah, menurut Wiranto, selalu berharap Pemilu yang demokratis, bermartabat, dan elegan. Saat ini Pemilu baru berada di tahap persiapan. Sehingga diharapkan semua pihak mengikuti tahapan dengan baik.

“Kita tidak perlu melakukan satu langkah-langkah yang ekstrem hanya karena masalah istilah. Yang penting adalah kita sama-sama menahan diri untuk melakukan satu langkah-langkah persiapan Pemilu sesuai aturan,” tegasnya. | DORANG

Leave a Reply