Selain potensi pertanian, Kelurahan Kumelembuai, Kecamatan Tomohon Timur juga terkenal dengan keindahan panorama alamnya. Nampak papan petunjuk arah ke objek wisata Bukit Tintingon, Air Terjun Ranowawa dan Bukit Tetatana (kendati Bukit Tetetana masuk wilayah Kabupaten Minahasa). (Foto: PUBLIKREPORT.com)
Selain potensi pertanian, Kelurahan Kumelembuai, Kecamatan Tomohon Timur juga terkenal dengan keindahan panorama alamnya. Nampak papan petunjuk arah ke objek wisata Bukit Tintingon, Air Terjun Ranowawa dan Bukit Tetatana (kendati Bukit Tetetana masuk wilayah Kabupaten Minahasa). (Foto: PUBLIKREPORT.com)

Meminang Wanita Kumelembuai

Matahari mulai turun ke peraduannya. Gelap pun perlahan-lahan menyelimuti Kumelembuai, kampung indah (kelurahan) yang ada di ujung timur Kota Tomohon.

Beberapa warga berleha-leha di teras rumah menunggu makan malam, setelah penat seharian bergelut di kebun sayur (hortikultura) mereka. Mereka bercakap-cakap riang dengan anggota keluarga, sahabat, sanak saudara, seraya menyeruput minuman yang tersedia. Sesekali gelak tawa terdengar.

Hari itu, di salah satu rumah berkumpul banyak orang, bahkan para tokoh masyarakat/agama di kampung itu ada. Di rumah itu suasana nampak serius, namun penuh keceriaan. Ada apa gerangan?

Antar Pakean

Rumah itu ternyata milik orang tua dari salah satu perjaka yang akan menikah. Malam itu, anak muda yang akan menikah ini bersama orang tua, sanak saudara, sahabat dan para tokoh masyarakat/agama akan ke calon pengantin yang akan menjadi pasangan hidup.

Tiba waktunya mereka keluar rumah. Beriring-iringan mereka jalan kaki sambil membawa berbagai perabotan dan lain-lain. Meriah! Sebab iring-iringan disertai musik bambu maupun maengket dan adat budaya Minahasa lainnya.

“Rombongan akan ke rumah calon pengantin wanita. Ada yang dibawa rombongan ini, seperti lemari dan isinya serta tempat tidur dan lain-lain. Tradisi ini disebut ‘antar pakean’,” jelas Johny Pangemanan, Tokoh Masyarakat Kelurahan Kumelembuai, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat berbincang dengan publikreport.com.

Geografis Kumelembuai yang jalannya naik turun seakan tak melelahkan iring-iringan kelompok orang yang memanggul (memikul) berbagai perlengkapan. Tak berapa lama tibalah mereka di sebuah rumah milik orang tua, perawan yang akan menikah.

Iring-iringan disambut dengan dengan ramah dan dipersilahkan masuk. Terjadi pembicaraan antara perwakilan keluarga laki-laki dan pihak perempuan. Tamu yang datang pun dijamu dengan berbagai penganan dan minuman. Pembicaraan nampak serius, namun santai dan riang.

Gelak tawa diantara asap yang mengepul dari bibir-bibir para perokok sambil menyeruput kopi hitam, sementara yang lain menikmati minuman saguer (air nira).

Barang-barang yang dibawa dimasukkan dalam rumah, kemudian dimasukkan dalam sebuah kamar. Beberapa orang mengatur barang-barang itu di kamar, hingga selesai.

Leave a Reply