You are currently viewing Ketentuan Rekrutmen CPNS 2018 dari Jalur Fomasi Khusus

Ketentuan Rekrutmen CPNS 2018 dari Jalur Fomasi Khusus

JAKARTA, publikreport.com – Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, selain dari jalur formasi umum juga ada jalur formasi khusus, sebagaimana Peraturan Menteri (Permen) Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 36 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2018.

Rekrutmen CPNS untuk jalur formasi khusus terdiri dari dari lulusan terbaik (cumlaude), penyandang disabilitas, putra-putri Papua dan Papua Barat, diaspora, olahragawan berprestasi internasional, serta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan eks tenaga honorer kategori II yang memenuhi persyaratan.

Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, berdasarkan Permen PANRB tersebut, instansi pemerintah pusat wajib mengalokasikan minimal 10 persen untuk sarjana lulusan terbaik (cumlaude), sedangkan instansi daerah minimal 5 persen  dari total alokasi yang ditetapkan.

“Pelamar merupakan lulusan perguruan tinggi maupun program studi terakreditasi A/unggul pada saat kelulusan,” kata Setiawan di Jakarta, Jumat, 07 September 2018.

Sedangkan untuk penyandang disabilitas, menurut Setiawan, setiap instansi wajib mengalokasikan formasi jabatan, persyaratan, jumlah, dan unit penempatan yang dapat dilamar oleh penyandang disabilitas.

“Untuk instansi pusat minimal dua persen, dan untuk daerah minimal satu persen,” ujarnya.

Untuk pelamar diaspora, yang baru pertama kali dilakukan, Setiawan mengatakan, dialokasikan untuk formasi jabatan peneliti, dosen, dan perekayasa. Untuk formasi ini, pendidikan minimal S-2, kecuali untuk perekayasa, yang dapat dilamar dari lulusan S-1.

“Diaspora merupakan formasi khusus yang dibuka pertama kali tahun 2018 ini,” jelasnya.

Mengenai jalur formasi khusus yang sempat menyita perhatian masyarakat seusai Asian Games adalah atlet berprestasi internasional. Dalam hal ini, Setiawan menjelaskan, pelaksanaannya dikoordinasikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), dan merujuk pada ketentuan Permenpora Nomor 6/2018 tentang Persyaratan dan Mekanisme Seleksi, dan Pengangkatan Olahragawan Berprestasi Menjadi CPNS tahun 2018.

Tenaga Honorer K-II

Formasi khusus keenam dalam penerimaan CPNS 2018 adalah tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer kategori II (THK-II) yang memenuhi syarat.

Berdasarkan Permen PANRB Nomor 36/2018, THK-II itu, Setiawan menjelaskan, harus terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan memenuhi persyaratan seperti ketentuan Undang-Undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN), Peraturan Pemerintah (PP) 48/2005 dan terakhir diubah menjadi PP Nomor 56/2012, UU Nomor 14/2005 bagi tenaga pendidik, dan UU Nomor 36/2014 bagi tenaga kesehatan.

Saat ini, Setiawan mengungkapkan, tercatat ada 13.347 orang di dalam database BKN.

Leave a Reply