Kondisi mayat tanpa identitas yang ditemukan dua nelayan asal Desa Ambia Utara di perairan sekitar 20 mil laut dari Pantai Desa Maririk, Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis, 06 September 2018, sekitar pukul 14.00 WITA.
Kondisi mayat tanpa identitas yang ditemukan dua nelayan asal Desa Ambia Utara di perairan sekitar 20 mil laut dari Pantai Desa Maririk, Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis, 06 September 2018, sekitar pukul 14.00 WITA.

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Warga

TALAUD, publikreport.com – Kamis, 06 September 2018, sekitar pukul 14.00 WITA, Hengki Pareda dan Hendriko Tempoh, dua nelayan asal Desa Ambia Utara, asyik mencari ikan di perairan sekitar 20 mil laut dari Pantai Desa Maririk, Kecamatan Essang, Kabupaten Kepuluaan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Asyik dan serius mencari ikan, tiba-tiba keduanya dikagetkan dengan sesosok mayat yang mengapung di lautan. Mayat itu nyaris tersisa tulang belulang saja.

Keduanya langsung memberitahukan hal ini ke Darwin Laliboso dan Heri Pontege, dua nelayan lainnya asal Desa Ambia Utara yang kebetulan tidak berada jauh dari lokasi penemuan mayat.

Keempatnya kemudian mengevakuasi mayat tanpa identitas ini ke Desa Ambia Utara dengan menggunakan perahu milik Darwin. Sekitar pukul 15.50 WITA, mereka tiba di Desa Ambia Utara. Selanjutnya mereka melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Essang.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Essang, Inspektur Satu (Iptu) Dekmar Lerah mengatakan, mayat yang ditemukan warga itu menggunakan kacamata selam. Wajah mayat sudah tidak bisa dikenali juga jenis kelamin tidak dapat dipastikan.

“Kondisi mayat telah rusak. Kami menunggu tim identifikasi Kepolisian Resort (Polres) Talaud,” jelasnya.

BACA JUGA: Nelayan Meninggal Diatas Ponton

Kepada masyarakat yang mungkin mengetahui identitas mayat, Dekmar mengimbau, supaya dapat segera melapor ke kepolisian. Termasuk masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, harap menghubungi pihak kepolisian.

Mayat tanpa identitas ini ternyata berjenis kelamin laki-laki setelah diperiksa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Essang Selatan..

Mengingat kondisi mayat yang semakin parah dan belum ada pihak keluarga yang melapor, mayat akhirnya diserahkan kepada Pemerintah Desa Ambia Utara, sekitar pukul 23.00 WITA.

Jenazah selanjutnya dimakamkan di desa setempat, didahului dengan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Nogi Marasut.

“Pemakaman turut disaksikan oleh pihak kepolisian, pemerintah kecamatan dan desa, serta tokoh adat dan masyarakat setempat,” tambah Dekmar. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply