Stefy E Tanor, Pejuang Pembentukan Kota Otonom Tomohon/Ketua Umum Investasi UMKM Indonesia.
Stefy E Tanor, Pejuang Pembentukan Kota Otonom Tomohon/Ketua Umum Investasi UMKM Indonesia.

Rupiah Vs Dollar. Siapa yang Salah?

EKONOMI & BISNIS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Ketua Umum Investasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Indonesia, Stefy E Tanor menilai melemahnya mata uang rupiah terhadap mata uang dollar akhir-akhir ini, paling tidak disebabkan dua faktor. Faktor eksternal dan internal. Keduanya saling mempengaruhi dalam komponen makro ekonomi.

GDP (Gross Domestic Product) atau PDB (Produk Domestik Bruto). Komponen ini menunjukan pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Melemahnya rupiah dipengaruhi komponen GDP. Semakin baik GDP suatu negara, maka capital in flow untuk investasi semakin baik. Artinya terjadi foreign direck investment yang akan memberi dampak pada penguatan rupiah.

“Kenapa foreign direck investment akan meningkatkan demand terhadap rupiah? Karena itulah pemerintah berupaya membangun infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas rakyatnya dan efisiensi swasta dalam berusaha. Kesemuanya itu adalah long term vision pemerintah dalam mendongkrak GDP mencapai target yangditetapkan,” jelas Stefy.

Pertumbuhan ekonomi ditetapkan 5%, menurut Stefy, apakah pemerintah berhasil?

“Hemat saya ditengah badai dan goncangan rasial radikalisme dan aksi demo 212 yg berseri itu, maka pemerintah berhasil menggodok dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi sampai 5% dan itu sukses. Kita harus mampu mengakui kelebihan orang lain dan harus mampu berucap, bahwa Presiden RI, Jokowi (Jokow Widodo) berhasil mengendalikan pertumbuhan ekonomi,” nilai Stefy, putera Manado (Tomohon) yang berkiprah di Jakarta.

Semakin baik GDP, Stefy melanjutkan, maka nilai rupah akan semakin baik. Sebaliknya, semakin buruk atau semakin pemerintah diganggu dengan isu hoax tidak berdasar dan tanpa data dan fakta, maka hal ini akan mengganggu capital in flow selanjutnya membuat rupiah semakin terpuruk.

Apa akibatnya jika GDP atau PDB jongkok. Stefy mengatakan, dampak yang terkena adalah nilai curency rupiah akan terus terpuruk. Dalam situasi ini pemerintah harus melakukan opsi treatmen pembangunan ekonomi yang jitu.

“Jokowi mengawali kebijakan awal pemerintahnnya dengan dengan mendorong infrastruktur sebagai sarana yang memudahkan rakyat agar lebih produktif dan efisiensi dalam kegiatan enterpreneurnya. Aksi Jokowi ini membuat foreign direct investment (investasi asing) bertumbuh dengan harapan terjadi capital in flow masuk lebih banyak. Tentunya ini akan meningkatkan nilai rupiah, karena investor asing pun aķan menukarkan mata uangnya dengan rupiah. Ingat bahwa harga nilai mata uang sebuah negara dibentuk oleh law of demmand dan law of suplay atau hukum permintaan dan penawaran. Artinya semakin banyak permintaan akan rupiah maka nilainya akan semakin tinggi,” paparnya.

Rupiah Vs Dollar, Ketua  Umum Investasi UMKM: Sekali Lagi, Salah Siapa?

Leave a Reply