Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey pada Forum Academics, Business, Government, Community and Media (ABGC+M) ‘Sulut Sebagai Klaster Kelapa Nasional’ di Manado, Senin, 11 September 2018.
Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey pada Forum Academics, Business, Government, Community and Media (ABGC+M) ‘Sulut Sebagai Klaster Kelapa Nasional’ di Manado, Senin, 11 September 2018.

Gubernur: Harga Kopra Turun Hanya Sementara

EKONOMI & BISNIS

MANADO, publikreport.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey menegaskan, turunnya harga kopra sebagai produk turunan kelapa hanya berlangsung sementara. Penurunan harga itu disebabkan mekanisme pasar minyak dunia, dimana saat ini, kelapa bukan satu-satunya hasil perkebunan yang dapat diolah menjadi minyak.

“Penurunan harga minyak kelapa dalam beberapa bulan terakhir ini dipengaruhi sedang melimpahnya panen produk subtitusi dari negara produsen lainnya seperti jagung, kedelai, bunga matahari yang juga bisa menghasilkan minyak. Jadi ini hanya sementara saja karena mekanisme pasar, pemerintah tidak mengaturnya,” ungkap Olly pada Forum Academics, Business, Government, Community and Media (ABGC+M) ‘Sulut Sebagai Klaster Kelapa Nasional’ di Manado, Senin, 11 September 2018.

BACA JUGA: APCI Berharap Harga Cengkih Sentuh Rp150 Ribu/Kg

Harga kopra sebagai komoditas unggulan Sulut, Olly menyatakan, dirinya optimis bakal merangkak naik dalam waktu tiga bulan mendatang.

“Diperkirakan harga kopra akan naik dalam waktu tiga bulan ini atau pada bulan November, nanti mengikuti siklus pasar minyak dunia,” ujarnya.

BACA JUGA: Harga Kopra Anjlok, Pejabat Mengaku Belum Tahu

Leave a Reply