You are currently viewing Masalah Warisan, Kakak Perempuan Dibacok Hingga Tewas
Senjata tajam, parang, yang diduga dipakai FSA alias Frans (29) membacok kakaknya, Nurhayati Ambanaga (41). Peristiwa ini terjadi, Selasa, 11 September 2018, sekitar jam 12.10 WITA, di rumah orang tua mereka di Dusun III, Desa Birang, Kecamatan Damau, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Masalah Warisan, Kakak Perempuan Dibacok Hingga Tewas

KRIMINALITAS

TALAUD, publikreport.com – Diduga gara-gara masalah harta warisan, FSA alias Frans, (29), nekad, menebas kakak perempuannya, Nurhayati Ambanaga, (41), dengan sebilah parang hingga tewas. Peristiwa tragis ini terjadi, Selasa, 11 September 2018, sekitar jam 12.10 WITA ,di rumah orang tua mereka di Dusun III, Desa Birang, Kecamatan Damau, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Peristiwa tindak pidana ini, berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, berawal saat korban sedang mengangkut barang karena hendak pindah rumah. Saat yang bersamaan, pelaku pulang hendak makan siang.

Tak lama kemudian kedua kakak beradik ini terlibat percekcokan. Percekcokan timbul diduga disebabkan harta peninggalan orang tua. Namun, korban tak menanggapi lebih lanjut dan memilih untuk mengemas barang-barang miliknya.

Pelaku diam-diam mengambil parang di dapur lalu kembali ke ruang tamu, dan langsung membacok leher kanan sang kakak. Pelaku kemudian melarikan diri ke rumah tetangga, sementara korban terkapar bersimbah darah di ruang tamu.

Istri pelaku lalu mendatangi rumah tetangga tersebut dan meminta pelaku agar menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Suami korban, Septein Noch Bawontea, (53), langsung melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Sektor (Polsek) Kabaruan.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kabaruan, Inspektur Satu (Iptu) Jefry Panambunan mengatakan, korban sempat dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mangaran.

“Berdasarkan pemeriksaan dokter, korban meninggal di TKP (Tempat Kejadian Perkara) akibat luka sayatan di leher sepanjang 15,5 cm,” ujarnya.

Pelaku dan barang bukti, menurut Jefry, sudah diamankan di Mapolsek.

“Pelaku dijerat pasal 338 subsider 351 ayat (3) KUHP,” tegasnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply