Pendidikan dan Latihan (Diklat) Karakter ASN Masa Kini di Bekasi, Rabu, 12 September 2018. Diklat ini merupakan kerjasama KemenPANRB dan Rumah Perubahan yang fokus pada kompetensi hospitality dan entrepreneurship.
Pendidikan dan Latihan (Diklat) Karakter ASN Masa Kini di Bekasi, Rabu, 12 September 2018. Diklat ini merupakan kerjasama KemenPANRB dan Rumah Perubahan yang fokus pada kompetensi hospitality dan entrepreneurship.

ASN Jangan Berpikir yang Penting Dapat Pensiun

BEKASI, publikreport.com – Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Kementerian (KemenPANRB), Sri Rejeki Nawangsasih menegaskan, dalam membangun ASN (Aparatur Sipil Negara) yang unggul serta kompetitif dalam menuju Smart ASN 2024, setiap ASN harus dapat menguasai kompetensi teknis dasar, yakni IT (Teknologi Informatika), bahasa asing, hospitality, networking dan entrepreneurship.

“ASN zaman sekarang harus memiliki kompetensi tinggi. Jangan sampai ASN sekarang masih memiliki pemikiran yang penting dapet pensiun,” tegas Sri pada Pendidikan dan Latihan (Diklat) Karakter ASN Masa Kini di Bekasi, Rabu, 12 September 2018. Diklat ini merupakan kerjasama KemenPANRB dan Rumah Perubahan yang fokus pada kompetensi hospitality dan entrepreneurship.

“Salah satu alasan Kementerian PANRB bekerja sama dengan Rumah Perubahan adalah karena program socioentrepreneurship,” ungkap Sri.

Diklat dilaksanakan selama dua hari bertempat di rumah milik Rhenald Khasali ini diikuti 67 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) KemenPANRB. Diklat, menurut Sri bertujuan untuk meningkatkan keramahtamahan, kerja sama, sikap dan perilaku melayani, berinovasi, serta kreatif dalam melaksanakan tugas pemerintahan pada CPNS KemenPANRB.

ASN KemenPANRB, Sri melanjutkan, diharapkan tidak terkotak-kotak. Agar KemenPANRB dapat menjadi role model bagi kementerian/lembaga lain, terutama dalam program-program pengembangan.

“CPNS KemenPANRB harus dapat terus mengikuti perubahan yang ada, memiliki komitmen tinggi, tanggung jawab, serta mau belajar, maka dapat menjadi pengganti pelaksana birokrasi di masa yang akan datang dan dapat melakukan perubahan,” tegasnya.

Salah satu CPNS KemenPANRB, Mohammad Ammar Hanif mengatakan, dengan adanya Diklat, dirinya dan rekan-rekan CPNS dapat mempertahankan idealisime ASN Zaman Now, yang memiliki pola kerja berbeda agar lebih aktif, bersinergi, dan profesional.

“Diklat dikemas menarik melalui pembelajaran studi kasus dan paparan yang menarik dapat dipahami dengan mudah,” ucapnya..

“Dengan menyadari potensi dalam diri masing-masing, kita dapat bekerjasama untuk melengkapi satu sama lain dan dapat mencapai tujuan utama dari KemenPANRB,” tambahnya. | DORANG

Leave a Reply