Konferensi pers Bareskrim Mabes Polri bersama kementerian/lembaga anggota Gugus Tugas (GT) Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPTPPO) di Mabes Polri, Kamis, 13 September 2018.
Konferensi pers Bareskrim Mabes Polri bersama kementerian/lembaga anggota Gugus Tugas (GT) Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPTPPO) di Mabes Polri, Kamis, 13 September 2018.

Bareskrim Bongkar Sindikat Perdagangan Orang

KRIMINALITAS

JAKARTA, publikreport.com –  Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sejauh ini telah berhasil menangkap enam orang tersangka terduga anggota sindikat perdagangan orang jaringan tiga negara, Arab Saudi, Sudan dan Malaysia.

Kamis, 13 September 2018, Dirtipidum Bareskrim Polri, berhasil memulangkan ke Indonesia, seorang gadis, ES (16), asal Sukabumi yang menjadi korban perdagangan orang di Malaysia.

BACA JUGA: Wagub: 60 Persen PSK di Papua, Perempuan Asal Sulut

“Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari korban ES, yang masih dibawah umur. ES rencananya akan diberangkatkan ke Jakarta, namun justru berada di Selangor, Malaysia. Ia mendapat perlakukan tidak wajar dari orang-orang yang membawanya dari Indonesia. Bahkan, sempat disekap, setelah akhirnya bisa diselamatkan  sementara oleh seorang warga Indonesia disana,” ungkap Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Heryy Rudolf Nahak pada konferensi pers bersama kementerian/lembaga anggota Gugus Tugas (GT) Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPTPPO) di Mabes Polri, Kamis, 13 September 2018.

BACA JUGA: Human Trafficking ke Papua Digagalkan Polisi

Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan GT PPTPPO, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Destri Handayani menegaskan, sebagai Ketua Harian GT PPTPPO pusat KemenPPPA terus berupaya memutus mata rantai perdagangan orang. Khususnya yang sering menimpa kelompok perempuan dan anak.

BACA JUGA: Cegah Perdagangan Orang, Libatkan Masyarakat

“Dalam kasus ini, KemenPPPA mendorong agar UU (Undang-Undang) TPPO dan UU Perlindungan Anak digunakan untuk menjerat dan memberatkan hukuman bagi enam pelaku, karena korbannya masih usia anak,” tegasnya sebagaimana siaran pers Bagian Publikasi dan Media KemenPPPA yang diterima publikreport.com, Jumat, 14 September 2018. | DORANG

Leave a Reply