Pasangan suami isteri (pasutri), RB dan VM, sepakat berdamai dan memupuk kasih sayang di antara keduanya, setelah diberikan konseling dan pembinaan oleh Polsek Airmadidi. Sebelumnya VM melaporkan suaminya RB, karena dituduh telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya, Jumat, 21 September 2018.
Pasangan suami isteri (pasutri), RB dan VM, sepakat berdamai dan memupuk kasih sayang di antara keduanya, setelah diberikan konseling dan pembinaan oleh Polsek Airmadidi. Sebelumnya VM melaporkan suaminya RB, karena dituduh telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya, Jumat, 21 September 2018.

Aniaya Istri, RB Dipolisikan

KRIMINALITAS

AIRMADIDI, publikreport.com – RB, warga Watutumou III, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), diduga melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap isterinya, VM. Tak terima perlakuan suaminya ini, VM kemudian melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Airmadidi, Jumat, 21 September 2018.

Terima laporan Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Airmadidi, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Sam Dalle bersama anggota Reserse Kriminal (Reskrim) langsung mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengamankan RB. Di hadapan petugas, RB berkilah apabila dirinya melakukan penganiayaan terhadap istrinya, akibat telah mengkonsumsi minuman keras (miras) secara berlebihan.

“Kepada pasangan suami isteri (pasutri) ini diberikan konseling dan pembinaan tentang pentingnya kasih sayang dalam membina bahtera rumah tangga. Alhasil, keduanya sepakat berdamai dan memupuk kasih sayang di antara keduanya. Keduanya lantas berpelukan sebagai pertanda angkara murka telah sirna,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Airmadidi melalui Aipda Sam Dalle.

Konseling dan pembinaan diberikan, menurut Sam, sebagai implementasi ultimum remedium, atau apabila mediasi atau cara lain telah ditempuh, barulah pemidanaan dilakukan sebagai upaya terakhir.

“Ingat, istrimu adalah pendampingmu, bukan lawan tandingmu,” pesannya kepada RB sebelum diperkenankan pulang. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply