Samson Kakame (39), warga Lindongan V Kawa, Kampung Kalasug, harus mendapat perawatan medis karena luka tebasan parang di lehernya. Samson diduga disabet dengan parang oleh AP alias Alex (37), warga Lindongan I, Kampung Kalasuge, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin, 24 September 2018, sekitar pukul 23.00 WITA.
Samson Kakame (39), warga Lindongan V Kawa, Kampung Kalasug, harus mendapat perawatan medis karena luka tebasan parang di lehernya. Samson diduga disabet dengan parang oleh AP alias Alex (37), warga Lindongan I, Kampung Kalasuge, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin, 24 September 2018, sekitar pukul 23.00 WITA.

Tebas Leher Samson dengan Parang, AP Diburu Polisi

KRIMINALITAS

TAHUNA, publikreport.com – Terduga pelaku tindak pidana penganiayaan, AP alias Alex (37), warga Lindongan I, Kampung Kalasuge, dalam perburuan Kepolisian Sektor (Polsek) Tabukan Utara, atas kasus penikaman. Korban, yakni Samson Kakame (39), warga Lindongan V Kawa, Kampung Kalasuge.

“Tersangka dalam pengejaran petugas,” kata Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tabukan Utara, Brigadir Kepala (Bripka) MH Dachlan.

Tindak pidana penikaman ini terjadi pada, Senin, 24 September 2018, sekitar pukul 23.00 WITA, di jalan setapak Lindongan V Kawa.  Akibatnya korban mengalami luka parah di leher.

Saksi,  Esterpin Umburhingide (28) kepada polisi mengatakan, saat itu dirinya berada di dalam rumahnya yang berjarak sekitar enam meter dari TKP (Tempat Kejadian Perkara), dan melihat tersangka sedang berbincang-bincang dengan korban.

Tak lama kemudian, dilihatnya tersangka mengeluarkan sebilah parang dan langsung menebas leher kiri korban, lalu melarikan diri. Sontak, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Samson yang menderita luka parah, oleh warga lalu mengevakuasinya ke Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Enemawira. Dari Puskesmas kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage, Tahuna.

“Kami telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi,” tambah Bripka Dachlan. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply