Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPANRB), M Yusuf Ateh dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kebijakan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Jakarta, Senin, 24 September 2018.
Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPANRB), M Yusuf Ateh dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kebijakan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Jakarta, Senin, 24 September 2018.

Jangan Salah Memberikan Ukuran Kinerja

JAKARTA, publikreport.com – Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), M Yusuf Ateh mengatakan, manajemen kinerja telah diterapkan sejak lama. Namun ada beberapa perbedaan dalam pelaksanaannya saat ini. Perbedaan paling mendasar adalah adanya unsur ukuran kinerja.

“Ukuran kinerja merupakan inti dari manajemen kinerja. Kalau awalnya salah memberikan ukuran kinerja, maka seterusnya juga pasti salah. Ibarat menanam padi, agar bisa menghasilkan panen yang baik harus direncanakan dengan baik dan dipelihara dengan baik pula. Berbeda halnya dengan semak belukar, yang tidak perlu dipelihara sekalipun bisa tumbuh subur,” papar Yusuf pada Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kebijakan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Jakarta, Senin, 24 September 2018.

Kalau dulu, menurut Yusuf, semua ukurannya hanya fokus pada keuangan saja. Keberhasilan suatu proyek, diukur dari seberapa besar uang itu terserap. Sekarang sudah tidak bisa begitu, ukurannya harus jelas. Karena akan mempengaruhi kinerja yang akan dihasilkan, akan mempengaruhi kinerja organisasi, akan mempengaruhi kinerja individu.

Dalam penerapan performance based birokrasi, Yusuf menjelaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) akan diukur kinerjanya. Dengan demikian, ke depannya ASN akan mendapatkan tunjangan yang bergantung pada kinerja organisasi dan kinerja individu. Oleh karena itu, implementasi manajemen kinerja harus dilakukan dengan baik sejak melakukan perencanaan. | DORANG

Leave a Reply