Kepolisian Sektor (Polsek) Dumoga Utara, Rabu, 03 Oktober 2018, mencegat mobil Toyota Innova DB 14443 AG yang dikemudikan AG (34) di jalan Desa Mopuya. Dalam mobil ditemukan minuman keras (miras) jenis captikus sebanyak 1.100 liter.
Kepolisian Sektor (Polsek) Dumoga Utara, Rabu, 03 Oktober 2018, mencegat mobil Toyota Innova DB 14443 AG yang dikemudikan AG (34) di jalan Desa Mopuya. Dalam mobil ditemukan minuman keras (miras) jenis captikus sebanyak 1.100 liter.

Penyelundupan Captikus ke Gorontalo Digagalkan

KRIMINALITAS

BOLMONG, publikreport.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Dumoga Utara, Rabu, 03 Oktober 2018, sore, menggagalkan praktek penyelundupan minuman keras (miras) jenis captikus. Miras captikus ini akan dibawa ke Gorontalo dengan mobil jenis Toyota Innova Nomor Polisi (Nopol) DB 14443 AG yang dikemudikan TH (34), warga Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Mobil ini dicegat di ruas jalan Desa Mopuya saat sedang menuju Gorontalo.Dalam mobil didapati sebanyak 1.100 liter miras captikus,” jelas Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Dumoga Utara, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Kasad Mokodongan.

Pencegatan dilakukan, menurut Kasad, setelah polisi menerima informasi dari warga apabila ada mobil dengan sejumlah karung di dalamnya sedang melaju dari arah Dumoga Tenggara menuju Dumoga Utara.

“Captikus dikemas dalam kantong-kantong plastik besar kemudian dimasukan dalam karung,” ungkapnya.

Sopir mobil itu, Kasat mengatakan, mengaku apabila miras captikus itu akan dibawa ke Gorontalo melalui jalan darat, jalan pintas, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) – Mopuya.

“Captiks menurut keterangan sopir diperolah dari seseorang berinisial TA, warga Tompasobaru. Di Gorontalo miras ini akan diserahkan kepada Ivan, warga Desa Telaga, Kabupaten Gorontalo. Atas jasa ini sopir menerima upah Rp450 ribu,” bebernya.

“Kasus ini dalam pengembangan dan penanganan lebih lanjut,” tambah Kasad. | RIO YANTO

Leave a Reply