You are currently viewing Inilah Bubu Apung, Perangkap Ikan Tanpa Merusak Karang

Inilah Bubu Apung, Perangkap Ikan Tanpa Merusak Karang

Sebagai upaya mendorong praktik penangkapan ikan ramah lingkungan, akademisi Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, berupaya memperkenalkan alat tangkap bubu apung sebagai alternatif jaring yang merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem.

Ide pembuatan bubu apung itu, didorong oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.2/2015 tentang larangan pukat hela dan pukat tarik seperti cantrang. Bubu apung rencananya akan digunakan untuk menggantikan bubu dasar.

Sebab, meski bubu dasar tidak dikategorikan sebagai alat tangkap yang dilarang, seperti diatur dalam Permen KP tersebut, namun alat tangkap itu dinilai sebagai salah satu yang tidak ramah lingkungan.

“Bubu biasanya dioperasikan di dasar perairan, di atas terumbu karang. Biasanya, karang digunakan untuk menutupi bubu agar tidak kelihatan,” terang Isrojati Johanis Paransa, akademisi Fakultas Perikanan dan Kelautan Unsrat, pada akhir September.

Sementara, bubu apung disebut tidak bersentuhan langsung dengan dasar perairan dan tidak merusak karang. Sebab, dalam pengoperasiannya, perangkap ikan ini digantungkan di bawah rakit, pada kedalaman tertentu.

“Keunggulan bubu apung, tidak menyentuh dasar perairan dan tidak berdampak pada karang. Kemudian, bisa dioperasikan 1 atau 2 orang. Selain itu, alat tangkap ini lebih mudah dikontrol, karena hanya ada di bawah rakit, pada kedalaman 1 hingga 2 meter,” ujar Isrojati.

Isrojati bersama R.D.Ch Pamikiran telah melakukan riset bubu apung sejak tahun lalu. Kepada nelayan di kota Manado, mereka mensosialisasikan teknik pengoperasian, biaya, cara pembuatan dan hasil tangkapan yang didapat dari bubu apung.

Dari sisi konstruksi, bubu apung terdiri dari 4 macam pintu, yaitu pintu depan, belakang, samping kiri, dan samping kanan. Tiap unitnya, bubu apung memiliki ukuran 1×1 meter. Pembuatan alat tangkap ini hanya membutuhkan waktu 1 hari, dengan komposisi bahan antara lain besi, jaring dan daun kelapa. Total biaya pembuatan 1 unit bubu apung sekitar Rp150.000.

Karena digantung di bawah rakit, maka target tangkapan bukan lagi ikan dasar tapi ikan pelagis seperti malalugis (ikan layang), selar dan kembung. Kata Isrojati, sekali operasi, alat tangkap ini bisa menampung 5-10 kilogram ikan pelagis.

Leave a Reply