Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keenam kanan) foto bersama di depan terowongan bendungan Kuwil.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keenam kanan) foto bersama di depan terowongan bendungan Kuwil.

Ini Data Pembangunan Jalan, Jembatan, Rel KA dan Bandara

JAKARTA, publikreport.com – Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), hingga 2018 telah terbangun jalan sepanjang 3.432 km (kilometer), jalan tol 947 km, jembatan 39,8 km dan jembatan gantung 134 unit.

Jalur KA telah terbangun termasuk jalur ganda dan reaktiviasi 754,59 km’sp, peningkatan dan rehabilitasi jalur Kereta Api (KA) 413,6 km’sp, Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan, Jakarta, Jabodebek (selesai tahun 2019) dan Mass Rapid Transit (MRT) selesai tahun 2019.

Selain itu juga telah terbangun 10 bandara (bandar udara) baru dan 19 pelabuhan serta revitalisasi dan pengembangan 408 bandara di daerah rawan bencana, terisolasi dan wilayah perbatasan. Sementara 8 pelabuhan sedang dibangun dan akan selesai pada tahun 2019.

Data ini dipaparkan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono Forum Merdeka Barat, Selasa, 23 Oktober 2018, di Gedung Sekretariat Kabinet.

Infrastruktur konektivitas yang telah dibangun pemerintah, menurut Basuki, kini mulai terlihat manfaatnya. Pertumbuhan angkutan barang dengan menggunakan pesawat rata-rata per tahun, 2014-2017 sebesar 2,7 persen, kapal (3 persen), kereta api (7,8  persen) dan bus (3 persen).

Sementara itu, peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dilakukan dengan memperbaiki pendidikan, terutama vokasi dan perbaikan iklim ketenagakerjaan. Secara fundamental, perbaikan SDM dilakukan sejak dini melalui penyadaran akan pentingnya gizi dan sanitasi.

Dari sisi teknologi, pengembangan riset ditingkatkan dengan mengakomodir revolusi industri 4.0 agar mampu bersaing di pasar internasional. Pemerintah terus membenahi, termasuk memperbaiki sumber daya dan tata kelola penyelenggaraan riset.

Sebelumnya Basuki menjelaskan, produktivitas menjadi faktor penentu bagi pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang. Peningkatan produktivitas menunjukkan perbaikan efisiensi penggunaan sumber daya lebih optimal. Peningkatan produktivitas ditentukan tiga faktor kunci yakni kualitas sumber daya manusia, modal, dan level teknologi. Ketiga faktor tersebut harus didukung dengan infrastruktur dan kebijakan yang tepat.

Produktivitas di level nasional sangat tergantung pada komponen-komponen di level mikro. Infrastruktur terus dipercepat pembangunannya, baik yang memberikan dampak jangka panjang maupun jangka pendek.

“Manfaatnya pun sudah dirasakan terutama yang mendukung kelancaran mobilitas dan konektivitas,” jelas Basuki.

Pembangunan infrastruktur konektivitas, Basuki mengatakan, untuk mempermudah mobilitas masyarakat dalam bekerja dan berusaha. Selain itu juga untuk pemerataan distribusi barang dan jasa, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. | DORANG

Leave a Reply