Kapolres Minahasa Selatan (Minsel), AKBP FX Winardi Prabowo memberikan penjelasan kepada wartawan terkait program pendekatan kamtibmas dengan reliji. Program ini dijalankan bekerjasama dengan tokoh agama/masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Minsel.
Kapolres Minahasa Selatan (Minsel), AKBP FX Winardi Prabowo memberikan penjelasan kepada wartawan terkait program pendekatan kamtibmas dengan reliji. Program ini dijalankan bekerjasama dengan tokoh agama/masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Minsel.

Mabuk, Anda Bakal Dibawa ke Rumah Ibadah dan Didoakan

KRIMINALITAS | RELIGI

AMURANG, publikreport.com – Akibat kelebihan mengkonsumsi minuman keras (miras) alias mabuk sering menyebabkan terjadinya tindak pidana kriminalitas, seperti pengancaman, perkelahian, tawuran yang mengakibatkan adanya korban jiwa. Terkait miras ini, Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) merupakan sentra produsen miras khususnya captikus. Hal inilah yang menjadi persoalan mendasar bagi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menyikapi masalah miras ini, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) MInahasa Selatan (Minsel) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) FX Winardi Prabowo mengatakan, pihaknya kini bekerja sama dengan tokoh agama dan masyarakat lewat program pendekatan kamtibmas dengan reliji.

“Pelaku miras yang terlibat dengan keributan kita selesaikan diluar hukum dengan mengedepankan religi. Para pelaku kita amankan dan kita bawa ke tempat-tempat ibadah dan kita doakan bersama,” jelas Winardi.

Dua bulan terakhir program ini berjalan, menurut Winardi, sudah 21 kasus yang diselesaikan.

“Program ini sangat efektif dan bisa dirasakan dampaknya. Syukur alhamdulillah seluruh masyarakat mendukung dan sampai saat ini pelaku tidak ada lagi yang mengulanginya,” katanya.

Polres dan Pemerintah Kabupaten Minsel, Winard menambahkan, sudah bekerja sama memikirkan bagaimana produksi bahan baku miras ini menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi warga. | RIO YANTO

Leave a Reply