Penataan pedagang di Pasar Beriman Tomohon masih semrawut. Pedagang masih mempergunakan jalan untuk menggelar dagangan. Belum ada tindakan tegas dari manajemen Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tomohon. Kesemrawutan ini mengakbiatkan pembeli atau masyarakat yang berkunjung ke pasar ini berdesak-desakan. Padahal pasar ini telah berkali-kali direnovasi dengan dana pembantuan (ABPN) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, maupun APBD Kota Tomohon. Berkali-kali renovasi pasar ini dengan harapan manajemen PD Pasar Tomohon maupun membuat pedagang dan pembeli nyaman alias terwujudnya pasar yang representatif. Foto diambil Sabtu, 14 April 2018, siang. (Foto: PUBLIKREPORT.COM)
Penataan pedagang di Pasar Beriman Tomohon masih semrawut. Pedagang masih mempergunakan jalan untuk menggelar dagangan. Belum ada tindakan tegas dari manajemen Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tomohon. Kesemrawutan ini mengakbiatkan pembeli atau masyarakat yang berkunjung ke pasar ini berdesak-desakan. Padahal pasar ini telah berkali-kali direnovasi dengan dana pembantuan (ABPN) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, maupun APBD Kota Tomohon. Berkali-kali renovasi pasar ini dengan harapan manajemen PD Pasar Tomohon maupun membuat pedagang dan pembeli nyaman alias terwujudnya pasar yang representatif. Foto diambil Sabtu, 14 April 2018, siang. (Foto: PUBLIKREPORT.COM)

Pasar Rakyat Perlu Perhatian Khusus

JAKARTA, publikreport.com – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi)menegaskan, pasar rakyat memang memerlukan sebuah perhatian khusus, agar eksistensi pasar betul betul tetap bisa survive di tengah gempuransupermarket-supermarket, pasar-pasar modern yang hampir ada di semua kota.

“Sebetulnya dari sisi kompetisi, persaingan produk-produk yang dijual di pasar tradisionalitu bisa bersaing,” kata Jokowi pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas)Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) 2018, di Hotel Aryaduta,Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018.

Menyangkut harga, Jokowi kemudian membandingkan, harga produk di pasar tradisional saatdirinya blusukan ke Pasar Bogor, beberapa waktu lalu, dimana kangkung dijualRp1.500, dan bayam juga Rp1.500. Sementara harga di hypermart untuk kangkungRp3.400, bayam kurang lebih sama Rp3.500. Artinya, menurutnya, secara dayasaing pasar rakyat menang, tetapi memang jangan dibiarkan pasar ini kumuh,becek, tidak ada tempat parkir, dan tidak rapi.

“Ini tugas dari kementerian, tugas dari pemerintah untuk memperbaiki dan juga tugas BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), tugas swasta untuk menarik agar konsumen, pembelitetap mau datang ke pasar,” tegasnya.

“Pasar ini offline, bagaimana bisa disambungkan dengan yang online. Dua  sistem tuh harus nyambung, pasar cepat berkembang karena disisi harga bisa bersaing. Apalagi kalau punya marketplace sendiri, antar  sampai ke rumah,” jelasnya.

Inilah, Jokowi menyatakan, pekerjaan besar semua, pekerjaan Asparindo ke depan.

Sementara di sisi pembayaran, Jokowi meminta  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk membantu agar baik cara pembayaran yang tanpa uang cash, cashless  bisa ditempatkan di pasar-pasar.

“Semua perdagangan kita harus mulai diintervensi dengan cara-cara seperti itu, adaEDC, ada pembayaran yang tanpa uang cash. Saya kira harus mulai diintervensi,diberikan pelatihan,” tuturnya.

Dengan demikian, Jokowi  meyakini betul betul pasar rakyat itu naik tingkat dan bisa bersaing, bisa bersaing dengan supermarket, dengan hypermarket.

“Saya yakin itu. Sejak awal saya menyelesaikan persoalan-persoalan dari pasar. saya yakini bisa bersaing, hanya memang manajemennya belum kita perbaiki bersama-sama,” ucapnya.

Leave a Reply