Mahasiswa dari berbagai universitas di Sulawesi Utara (Sulut), Rabu 27 Februari 2019, berkumpul di Ruang Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut untuk mengikuti Parlemen Kampus dengan tema Pemilu Serentak 2019: Dinamika, Tantangan dan Harapan. Turut bersama para mahasiswa, antaranya Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof Julyeta Runtuwene PhD, Wakil Ketua DPR RI, Utut Adianto, anggota DPR RI, Djendri A Keintjem, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut, Edison Humiang.
Mahasiswa dari berbagai universitas di Sulawesi Utara (Sulut), Rabu 27 Februari 2019, berkumpul di Ruang Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut untuk mengikuti Parlemen Kampus dengan tema Pemilu Serentak 2019: Dinamika, Tantangan dan Harapan. Turut bersama para mahasiswa, antaranya Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof Julyeta Runtuwene PhD, Wakil Ketua DPR RI, Utut Adianto, anggota DPR RI, Djendri A Keintjem, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut, Edison Humiang.

Parlemen Kampus di DPRD Sulut

PENDIDIKAN | POLITIK

MANADO, publikreport.com – Mahasiswa dari berbagai universitas di Sulawesi Utara (Sulut), Rabu 27 Februari 2019, berkumpul di Ruang Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut untuk mengikuti Parlemen Kampus dengan tema Pemilu Serentak 2019: Dinamika, Tantangan dan Harapan. Turut bersama para mahasiswa, antaranya Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof Julyeta Runtuwene PhD, Wakil Ketua DPR RI, Utut Adianto, anggota DPR RI, Djendri A Keintjem, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut, Edison Humiang.

Wakil Ketua DPR RI, Utut Adianto mengatakan, salah satu agenda penting dibalik program Parlemen Kampus yang diadakan oleh DPR RI, adalah untuk menjadikan generasi muda sebagai ujung tombak Republik Indonesia (RI) dalam memahami dan mengkritisi dinamika perkembangan politik saat ini.

“Pemilu 2019 adalah Pemilu yang kedua belas sejak tahun 1955, yang artinya sejarah Bangsa Indonesia adalah sejarah Pemilu yang damai,” kata Utut.

Jika akhir-akhir ini sering ada bentrok, hoax, ujaran kebencian tentang Pemilu, Utut berharap kepada generasi muda di Sulut tidak termasuk dalam bagian itu. Perubahan zaman, menurutnya, adalah keniscayaan. Tetapi yang tidak boleh berubah adalah karakter. Karena Indonesia adalah bangsa yang sudah menyepakati Pancasila sebagai ideologi dan tetap menjaga Bhineka Tunggal Ika.

“Oleh karena itu idealnya adik-adik kedepan untuk menjadi pilar yang menjunjung tinggi dua hal tersebut. Karena karakter ini sejalan dan berbanding lurus dengan kemajuan suatu bangsa. Tidak ada suatu bangsa yang maju dengan karakter yang lemah,” paparnya.

Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw mengatakan, kegiatan Parlemen Kampus terselenggara di Sulut harus disyukuri. Karena tidak semua provinsi bisa mendapatkan kesempatan.

“Selamat datang pak Wakil Ketua DPR RI di bumi nyiur melambai yang dikenal sebagai land of smilling people,” ucapnya.

Leave a Reply