Evakuasi korban longsor yang dilakukan kepolisian bersama TNI, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas), Palang Merah Indonesia (PMI) dan warga serta pihak lainnya.
Evakuasi korban longsor yang dilakukan kepolisian bersama TNI, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas), Palang Merah Indonesia (PMI) dan warga serta pihak lainnya.

Puluhan Penambang Terjebak, Evakuasi Terus Dilakukan

BOLMONG, publikreport.com – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Gani F Siahaan dirinya bersama 60 anggota Polres ditambah 30 anggota Brigade Mobile (Brimob) terjun langsung ke lokasi tambang emas di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan yang mengalami longsor, Selasa 26 Februari 2019. Polisi bergerak cepat melakukan evakuasi korban longsor bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas), Palang Merah Indonesia (PMI) dan warga.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), Komisaris Besar (Kombes) Ibrahimi Tompo mengatakan, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut, Inspektur Jenderal (Irjen) Sigid Tri Hardjanjo telah menginstruksikan agar jajarannya mulai dari Polres Kotamobagu, Brimob, Samapta dan Dokkes (Tim DVI) agar turun melakukan bantuan dan evakuasi.

“Segala upaya dari kepolisian akan dilakukan secara optimal dari pengerahan personil maupun peralatan yang kita miliki,” ujarnya, Rabu 27 Februari 2019.

BACA JUGA: Puluhan Penambang Emas Tertimbun Longsor

Disamping personil Polres dan Brimob yang sudah berada di lokasi, menurut Ibrahim, Polda Sulut juga telah mengirimkan Tim SAR Samapta dan Unit K-9 berjumlah 10 orang dipimpin Kasubdit Gasum Sabhara.

“Kami prihatin dengan kondisi yang terjadi di seputaran lokasi tambang. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan evakuasi terhadap para korban, apalagi mengingat di dalamnya masih banyak korban,” ucapnya.

Puluhan penambang masih terjebak

Leave a Reply