Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey pada ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 GMIM Imanuel, Koka, Mapanget, Minggu 03 Maret 2019, pagi.
Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey pada ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 GMIM Imanuel, Koka, Mapanget, Minggu 03 Maret 2019, pagi.

Kisah Olly Tentang Pembangunan Gereja di Bekasi

RELIGI

TONDANO, publikreport.com – Tahun 1999,  dirinya menjadi calon legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, juga dipercayakan sebagai Ketua Pembangunan Gedung Gereja di daerah Bekasi, dekat tempat tinggalnya.

“Proses pembelian lahan hingga pembangunan fisik gereja tidak menemui kendala berarti. Semua dapat dituntaskan. Hanya satu kendala, yakni ruang gereja ternyata belum dilengkapi kursi, meja dan perlengkapan lainnya,” kisah Olly Dondokambey yang kini menjabat serbagai Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 GMIM Imanuel, Koka, Mapanget, Minggu 03 Maret 2019, pagi.

Sepanjang perjalanan hidupnya, hingga menjadi anggota DPR RI, tiga periode, 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019, bahkan kini menjadi Gubernur Sulut, kisah ini terus melekat dibenaknya.

“Saya tidak pernah bosan menyampaikan kisah ini dengan tujuan menginspirasi seluruh masyarakat,” ucapnya.

Karena waktu pembangunan gereja bersamaan dengan pemilihan legislatif, Olly mengatakan, kemudian meminta pendeta supaya mengundang Ketua Sinode Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) meresmikan gereja itu. Pendeta mengatakan kepadanya, bahwa gereja belum siap diresmikan karena tidak adanya kelengkapan ruangan ibadah.

Tahun 1999 itu dirinya tidak terpilih menjadi anggota DPR RI. Olly mengaku merenungkan mengapa dirinya gagal duduk menjadi wakil rakyat periode 1999-2004.

“Saat itu, baru saya sadari, bahwa saya tidak terpilih akibat meninggalkan pembangunan gereja,” ungkapnya.

Gagal menjadi anggota DPR RI, tak membuat lelaki kelahiran 18 November 1961 ini, larut dalam kesedihan. Sebaliknya suami tercinta dari Rita Tamuntuan ini semakin bersemangat melanjutkan pembangunan gereja.

“Saya bergerak cepat mengumpulkan seluruh panitia pembangunan gereja. Kami mengumpulkan dana untuk pembelian peralatan ibadah, membangun pastori, fasilitas anak-anak hingga area parkir,” tuturnya.

BACA JUGA: Tentara Bantu Umat Selesaikan Gedung Gereja

Leave a Reply