Franky 'Kiki' Lantang dengan koleksi ikan cupang dalam aquarim yang berjejer di beranda rumahnya yang berada di Lingkungan 2, Kelurahan Kamasi, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provnsi Sulawesi Utara (Sulut). (foto: publikreport.com)
Franky 'Kiki' Lantang dengan koleksi ikan cupang dalam aquarim yang berjejer di beranda rumahnya yang berada di Lingkungan 2, Kelurahan Kamasi, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provnsi Sulawesi Utara (Sulut). (foto: publikreport.com)

Beli di Pasar, Akhirnya Jadi Hobi dan Bisnis

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – April 2018, bapak muda, Franky ‘Kiki’ Lantang jalan-jalan ke Pasar Beriman Tomohon. Tak disangkanya di pasar tradisional ini, dirinya akan ‘jatuh cinta’ dengan ikan cupang.

“Saya tertarik melihat ikan cupang yang dijual pedagang di pasar itu. Enak dilihat. Apalagi sirip dan ekornya. Bentuknya hampir sama dengan ikan koi. Karena tertarik, saya membeli dua ikan cupang itu saya beli dengan harga Rp25 ribu per ekor,” cerita Kiki saat berbincang dengan publikreport.com, Jumat 23 Maret 2019, sore, di rumahnya yang berada di Lingkungan 2, Kelurahan Kamasi, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Pulang ke rumah, dirinya langsung menyiapkan aquarium untuk meletakan dua ekor ikan cupang yang dibelinya itu. Suatu saat dirinya mengetahui ikan cupang yang dibelinya itu dari jenis halfmoon.

“Tak berselang lama, hanya beberapa hari saja, saya makin ‘jatuh cinta’ dengan keindahan ikan ini. Saya mulai browse di internet ingin mengetahui jenis dan warna ikan cupang. Ternyata jenisnya banyak,” ucapnya tersenyum seraya menyeruput kopi.

Awal memelihara ikan cupang jenis halfmoon ini, Kiki mengaku mendapat komplain dari sang isteri. Banyak alasan dikemukakan sang isteri, soal waktu lah dan lain-lain. Tapi akhirnya isterinya yang bernama Inggrid Dengah juga ‘jatuh cinta’ dengan ikan cupang.

“Hanya satu, dua minggu, dia (isterinya) juga suka dengan ikan cupang. Bahkan dia ada koleksi khusus di dalam rumah kami,” kata Kiki seraya menunjuk aquarium yang cukup besar di dalam rumahnya.

Karena sudah ‘jatuh cinta’ dan hobi, lelaki yang bekerja sebagai pegawai di Kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) ini kemudian bergabung dengan komunitas ikan cupang hias Manado.

“Join di komunitas saya menambah koleksi dengan membeli ikan cupang jenis palakat sebanyak 10 ekor dengan harga Rp500 ribu,” ungkap.

Leave a Reply