Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menghitung sertifikat yang diterima warga saat penyerahan 2.500 sertifikat hak atas tanah, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sihabudin, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kamis 14 Maret 2019, siang.
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menghitung sertifikat yang diterima warga saat penyerahan 2.500 sertifikat hak atas tanah, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sihabudin, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kamis 14 Maret 2019, siang.

Bertahun-tahun Warga Minahasa Ini Tak Kunjung Terima Sertifikat Tanah

TONDANO, publikreport.com – Sejumlah warga di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengaku bingung dengan kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pasalnya pengurusan sertifikat tanah prona (proyek nasional) yang dimohonkan sejak 2015 tak kunjung terbit, diterima mereka.

“Di desa kami (Kayuwatu) masih ada 23 sertifikat tanah prona yang tidak diserahkan. Padahal diproses sejak 2015. Semua kelengkapan, berupa berkas administrasi dan uang sudah kami serahkan,” keluh Ero Tulenan, warga Desa Kayuwatu, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, kepada publikreport.com, Jumat 22 Maret 2019.

“So nda (sudah tidak) betul pelayanan kantor ini (BPN),” sambungnya.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Kayuwatu, Eko mengungkapkan, sudah bolak-balik ke Kantor BPN Minahasa, tapi hasilnya nihil.

“Puluhan kali Kumtua datang mengecek ke Kantor BPN. Tapi tidak ada hasilnya hingga kini,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan juga diungkapkan, Nico, warga Desa Kayuwatu lainnya yang juga pemohon sertifikat tanah prona. Dirinya mengaku hampir hilang kesabaran karena pelayanan BPN Minahasa.

“Mungkin harus kita yang harus keras kepada mereka. Terus terang sebenarnya saya sudah bayar lebih besar dari ketentuan Rp350 ribu. Memang diduga banyak oknum petugas di BPN Minahasa yang kurang manusiawi,” bebernya.

Selain sejumlah warga Desa Kayuwatu, ternyata keluhan atas pembuatan sertifikat tanah prona juga dikemukakan, Dayat Abdulgani, warga Desa Borgo, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa.

“Di desa kami (Borgo) ada sekitar 60-an sertifikat yang diproses sejak 2015, tapi sampai sekarang tidak diserahkan BPN Minahasa. Keterlaluan mereka,” ungkapnya.

BACA JUGA: 43 Tahun, Suami Isteri Ini Tak Miliki Akte Nikah

Leave a Reply