Ilustrasi lampu solar cell.
Ilustrasi lampu solar cell.

Cerita Derita Kumtua Korban Solar Cell

TOMOHON, publikreport.com – Gara-gara kasus pengadaan lampu solar cell yang telah masuk proses hukum tahun 2018, salah satu mantan hukum tua (kumtua) mengaku kesusahan dan menderita, karena harus menanggung puluhan juta rupiah, akibat perbuatan pihak lain.

Saya benar-benar kesusahan. Kami keluarga terpaksa jual tanah. Ya, ini resiko dan tanggung jawab,” cerita M Rasuh, mantan Kumtua Desa Lolah 3, Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat bersua publikreport.com, akhir pekan lalu.

Pengadaan lampu solar cell sebanyak 8 unit dengan nilai Rp25 juta per unit, Rasuh mengisahkan, diprogramkannya pada saat itu. Pihaknya sudah membayar lunas kepada distributor khusus, namun barang tidak kunjung diserahkan lengkap. Ada komponen yang dibawa, namun yang lain tidak dibawa distributor.

Total dana untuk lampu solar cell itu sebesar Rp177 juta. Tapi komponen yang belum didistribusikan mencapai Rp90 juta. Nah, untuk melengkapi komponen, saya secara pribadi terpaksa harus menebus sebesar Rp92 juta,” kisahnya.

Terpisah, Sonce, salah satu perangkat desa di wilayah Kecamatan Tombariri Timur mengungkapkan, pengarahan distributor tertentu diatur dari kabupaten.

Contohnya kami yang di Tombariri Timur ini diperintahkan mengambil komponen lampu solar cell dari distributor tertentu. Makanya dalam kasus ini, hampir semua desa di kecamatan ini terkena dampak,” beber Sonce.

BACA JUGA: Enos: Tahun Ini Tomohon Terang-Benderang

Leave a Reply