Lion fish, salah satu satwa laut eksotis di perairan Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). (Foto: Anton Wisuda/Mongabay Indonesia)
Lion fish, salah satu satwa laut eksotis di perairan Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). (Foto: Anton Wisuda/Mongabay Indonesia)

Melihat Indahnya Lion Fish di Boltim

Matahari belumlah menampakkan diri sepenuhnya, tetapi beberapa penyelam terlihat sibuk mempersiapkan alat-alat selam dan peralatan fotografinya. Mereka sudah tidak sabar untuk segera mengeksplorasi keindahan bawah laut perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Selama ini Sulut, memang terkenal akan keindahan wisata baharinya, terutama kehidupan bawah laut. Banyak tujuan wisata bahari yang ada di Sulut, yang sudah sangat dikenal sampai ke manca negara, seperti Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken dan Selat Lembeh.

Walaupun sebenarnya, Sulut masih banyak mempunyai surga laut yang masih harus di kenalkan lagi ke dunia luar, selain dari TNL Bunaken dan Selat Lembeh. Dan salah satunya adalah perairan Kabupaten Boltim.

Kabupaten Boltim dengan ibukota di Tutuyan, berdasar Undang-Undang (UU) Nomor: 29/2008 merupakan pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Kabupaten dengan luas 899,42 km2 ini sungguh menyimpan potensi bawah laut yang luar biasa.

Mongabay bersama beberapa teman diver dari Jakarta dan Kota Manado, sungguh beruntung bisa mempunyai kesempatan untuk mengeksplore keindahan lautnya.

Setelah semua siap, kami memulai petualangan bawah laut. Penyelaman pertama dimulai di beach entry, atau masuk ke dalam laut dari bibir pantai. Dan ternyata promosi Jamal, salah satu penggiat pariwisata Boltim dan fotografer lokal tentang indahnya laut Boltim.

Soft coral dan hard coral terjajar rapi di sepanjang penyelaman kami. Creature-creature yang tidak biasa kami temukan pun mulai bermunculan, salah satunya adalah hairy shrimp yang berukuran sangat kecil yaitu berkisar 2-5 mm saja. Dengan ukuran sekecil itu, tentu saja membuat si hairy shrimp sangat sulit untuk ditemukan. Apalagi tubuhnya yang sangat menyerupai sampah organisme laut.

Selain itu, Mongabay juga menemukan golden nudibranch, seekor nudibranch unik, yang juga berukuran sangat kecil, yaitu hanya kurang dari 1 cm saja besarnya. Dan langsung saja, obyek unik ini menjadi sasaran para fotografer. Walaupun, tentu saja penggunaan lampu kilat dalam memotret mahluk mungil di dalam laut, tidak boleh maksimal. Ini untuk mencegah si makhluk tidak terluka oleh kilatan dari lampu kilat sang fotografer.

Leave a Reply