Tiga orang terduga pelaku pencurian mutiara di Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu 23 Maret 2019, diringkus Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa Selatan (Minsel)
Tiga orang terduga pelaku pencurian mutiara di Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu 23 Maret 2019, diringkus Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa Selatan (Minsel)

Tiga Terduga Pencuri Mutiara Diringkus

KRIMINALITAS

RATAHAN, publikreport.com – Tiga orang terduga pelaku pencurian mutiara di Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu 23 Maret 2019, diringkus Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Minahasa Selatan (Minsel). Ketiganya masing-masing, AR alias Abdul alias Fredi (34), warga Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), DW alias Demianus (18), warga Kepulauan Aru dan LD alias Luki (20), warga Provinsi Papua Barat.

Para tersangka ditangkap berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/37/III/2019/Sek-Ratatotok. Mereka dilaporkan atas kasus dugaan tindak pidana pencurian mutiara di PT Cahaya Mutiara, Pulau Babi, Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok,” kata Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Miinsel, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Arie Prakoso.

Salah satu tersangka, Arie melanjutkan, merupakan karyawan di PT Cahaya Mutiara, Tempat Kejadian Perkara (TKP) pencurian.

Saat dilakukan penangkapan, Arie menambahkan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua butir mutiara, satu butir nucleus, alat pembuka kerang dan lima buah handphone (Hp).

Selama ini telah mencuri sebanyak 170 butir mutiara yang kemudian dijual keluar daerah,” tambahnya. | RIO YANTO

Leave a Reply