Peletakan batu pertama pembangunan gedung/kantor Desa Makalisung, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin 01 April 2019, oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Minut, Rivino Dondokambey, Ketua BPMJ GMIM Gloria, Pendeta Helke Mokad STh, Kepala Dinas Sosial dan Pemerintah Desa, Bobby Nayoan, Camat Kema, Vilma Anthoni, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kema, Inspektur Satu (Iptu) Munasir dan Komandan Rayon Militer (Danramil) 1310-05/Kauditan, diwakili Sersan Dua (Serda) Amiruddin. (foto: publikreport.com)
Peletakan batu pertama pembangunan gedung/kantor Desa Makalisung, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin 01 April 2019, oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Minut, Rivino Dondokambey, Ketua BPMJ GMIM Gloria, Pendeta Helke Mokad STh, Kepala Dinas Sosial dan Pemerintah Desa, Bobby Nayoan, Camat Kema, Vilma Anthoni, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kema, Inspektur Satu (Iptu) Munasir dan Komandan Rayon Militer (Danramil) 1310-05/Kauditan, diwakili Sersan Dua (Serda) Amiruddin. (foto: publikreport.com)

Makalisung Segera Miliki Kantor Desa

AIRMADIDI, publikreport.com – Kerinduan masyarakat Desa Makalisung, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk memiliki gedung/kantor hukum tua (kumtua) sedikit lagi menjadi kenyataan. Senin 01 April 2019, dilakukan ibadah peletakan batu pertama pembangunan gedung/kantor desa.

Kami tentunya bersyukur karena saat ini pembangunan gedung/kantor desa dimulai. Karena sejak Desa Makalisung berdiri 335 tahun lalu, pelayanan administrasi dan pemerintahan dilakukan di rumah kepala desa,” kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Makalisung, Steven Tumilantouw didampingi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Makalisung, Felix Gerungan, Senin 01 April 2019.

Gedung/Kantor Desa Makalisung ini, Steven mengungkapkan, akan dibangun di atas lahan seluas 15×40 meter. Di mana anggaran pembebasan lahan diambil dari dana sisa bagi hasil pajak.

Kami mohon dukungan kepada seluruh masyarakat, baik yang ada di desa maupun yang di luar desa, karena ini merupakan milik kita bersama,” ucapnya.

Ibadah syukur peletakan batu pertama pembangunan ini dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Gloria, Pendeta Helke PO Mokad Sth (Sarjana Theologia).

“Kalau bukan Tuhan yang membangun sia-sialah pekerjaan, jadi libatkanlah Tuhan dalam pembangunan ini,” demikian sepenggal khotbah Pendeta Helke.

BACA JUGA: Kumtua Desa Sampiri Dituding Warga Hanya Berkantor di Rumah

Leave a Reply