Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Manado, Komisaris Besar (Kombes) Benny Bawensel didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Manado, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tommy Aruan pada konferensi pers, Senin 15 Juli 2019 terkait pengungkapan kasus pencurian bermodus pecah kaca mobil.
Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Manado, Komisaris Besar (Kombes) Benny Bawensel didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Manado, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tommy Aruan pada konferensi pers, Senin 15 Juli 2019 terkait pengungkapan kasus pencurian bermodus pecah kaca mobil.

Polresta Manado Bongkar Sindikat Curanmor

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Tim Macan dan Paniki Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado berhasil membongkar dan membekuk sejumlah tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Setidaknya delapan tersangka dengan 13 barang bukti (babuk) berhasil diamankan.

“Seluruh tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolresta. Kasus ini terus dikembangkan lebih lanjut untuk mengungkapk kemungkinan adanya tersangka dan barang bukti lainnya,” kata Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Manado, Komisaris Besar (Kombes) Benny Bawensel pada konferensi pers belum lama ini.

Delapan tersangka yang diamankan, masing-masing AR (18), RM (18), RSP (19), ketiganya warga Motoling Timur, Minahasa Selatan (Minsel). Dan MR (19) serta MYS (18), warga Malalayang, Manado, JM (32), warga Ranotana, Sario, Manado dan dua terduga penadah barang curian yang berdomisili di Modoinding, Minsel, VT (23) dan FL (26).

“AR, RM, RSP, MR dan MYS telah ditangkap sebelumnya bersama barang bukti Honda CBR 150 cc saat diinterogasi mengaku sering beraksi bersama JM (32) di wilayah Kota Manado. Dari hasil penjualan sepeda motor curian, JM memberikan uang kepada mereka,” jelas Benny.

JM, warga menurut Benny, diduga merupakan ‘otak’ pencurian.

“JM dibekuk di sebuah penginapan yang berada di bilangan Amurang, Minsel pada Senin 01 April 2019. JM ini teryata merupakan residivis kasus serupa yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian Resort (Polres) Tomohon. Sedangkan EYS, juga terlibat dalam kasus penikaman terhadap seorang pelajar di Manado,” bebernya.

JM ditangkap, Benny menjelaskan, setelah tim melakukan pengembangan atas penangkapan terhadap lima tersangka dua pekan sebelumnya.

“JM tak menampil pengakuan lima rekan itu. Bahkan kepada penyidik JM mengaku sering menjual barang hasil kejahatannya kepada penadah yang berada di wilayah Minsel,” ujar Benny.

Tim yang tak mau kehilangan buruan lainnya, Benny melanjutkan, langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya meringkus dua terduga penadah barang curian, VT dan FL. VT ditangkap saat melintas di Jalan Raya Amurang, Minsel, Rabu 27 Maret 2019, sore, dan beberapa jam kemudian FL ditangkap di rumahnya.

“VT mengaku menjual barang curian kepada FL,” katanya.

Kepada polisi, Benny menceritakan, FL mengaku telah menjual semua barang curian ke beberapa wilayah, sebagian besar di Modoinding dan Tompasobaru, Minsel, bahkan hingga ke Dumoga Utara serta Kotamobagu. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply