Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung asrama mahasiswa Sangihe di Tonsaru, Tondano, Senin 08 April 2019.
Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung asrama mahasiswa Sangihe di Tonsaru, Tondano, Senin 08 April 2019.

Asrama Mahasiswa Sangihe di Tondano Didesain 4 Lantai

TAHUNA, publikreport.com – Pembangunan asrama mahasiswa Sangihe di Tondano yang mampu menampung 368 mahasiwa putra dan putri di 92 kamar, diagendakan selesai tahun 2021. Struktur bangunan asrama yang pada Senin 08 April 2019, telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, didesain empat lantai dengan sejumlah fasilitas, seperti kantor pengelola, pusat jaga, pos jaga, rumah jaga, lapangan futsal dan vola voli.

Direalisasikannya asrama mahasiswa Sangihe yang tepatnya berada di Kelurahan Tonsaru, Tondano, sejumlah organisasi mahasiswa, antara Front Perjuangan Mahasiswa Sangihe (FPMS), Kerukunan Mahasiswa Kristen Sangihe Senggighilang (KMKSS), Ikatan Kerukunan Mahasiswa Sangihe Malungsemahe (IKMAS), Kerukunan Mahasiswa Lesabe (KML) dan Persekutuan Doa Tabut (PD-Tabut), mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya kepada Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana yang sudah melakukan peletakan batu pertama.

BACA JUGA: Hak Kekayaan Intelektual Mahasiswa Atas Karya Ilmiah yang Dibuatnya
BACA JUGA: Mahasiswa Serukan Jangan Golput

BACA JUGA: Kerjasama Badan Penghubung di Jakarta dengan Hotel Asana Kawanua Dinilai Belum Maksimal

“Terima kasih kepada bapak Jabes Gaghana. Karena untuk ketiga kalinya atau bahkan lebih, beberapa tahun terakhir ini mengunjungi kami di Tondano. Perlu kami sampaikan, dari semua pimpinan daerah, nanti di kepemimpinan Gaghana-Hontong, asrama kami di Tondano bisa terealisasi,” kata Ketua Front Perjuangan Mahasiswa Sangihe (FPMS), Nekicen Kadadalure Tindage, mewakili seluruh organisasi yang ada.

“Tiap tahun perjuangan menuntut agar dibangunnya asrama selalu digaungkan melalui organisasi-organisasi daerah. Generasi ganti generasi namun di masa sekarang hasilnya baru terlihat,” tambah Nekicen yang tercatat mahasiswa di Fakultas Teknik Unima di Tondano. | ARIFIN M

Leave a Reply