Foto ‘Senja di Menara Alfa Omega’ dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, menjuarai lomba foto memperingati HUT Kota Tomohon ke-16.
Foto ‘Senja di Menara Alfa Omega’ dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, menjuarai lomba foto memperingati HUT Kota Tomohon ke-16.

Tomohon Terancam Meredup

Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey telah mengungkapkan, apabila jalan tol tidak akan melewati Tomohon. “Jalan tol akan dibangun melalui Tanggari masuk Tondano, Kawangkoan hingga Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra),” ungkapnya pada penyerahan insentif pimpinan agama di wale ne tou Minahasa, Tondano, Kamis 04 April 2019.

Sejak dulu, Tomohon dikenal merupakan poros perekonomian di tanah Minahasa. Lalu lintas angkutan barang dan jasa melalui ruas jalan utama Tomohon-Manado. Bagaimana kondisi jalan Tomohon-Manado tentunya dapat disaksikan bersama. Jalan ini seakan menjadi momok sejak peristiwa tragis meninggalnya banyak orang ketika longsor beberapa tahun lalu.

Ungkapan orang nomor satu di atas, yakni jalan tol tidak akan melewati Tomohon, tentunya merupakan ancaman bagi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tomohon di masa yang akan datang. Bahkan, Olly Dondokambey menyatakan, karena tidak adanya hubungan politis antara Pemerintah Kota Tomohon dengan pemerintah pusat, sehingga sejumlah proyek nasional di Tomohon mentok.

Mulai ‘terlantarnya’ Tomohon dapat dilihat dari sejumlah infrastruktur jalan yang tak kunjung diperbaiki, contohnya ruas jalan Tomohon-Tanawangko, khususnya yang berada di antara Kelurahan Kamasi, Kecamatan Tomohon Tengah hingga Woloan dan Taratara, Kecamatan Tomohon Barat.

Agar supaya Kota Tomohon mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulut maupun pemerintah pusat, Olly menggambarkan, harus ada kecocokan pemimpinnya. Olly mengumpamakan, Sulut merupakan suatu keluarga dengan lima belas kabupaten/kota. “Dari beberapa anak, orang tua bisa punya anak prioritas. Artinya hubungan dan kecocokan pemimpin daerah dengan pemerintah pusat sangat menentukan usulan pembangunan suatu daerah,” jelasnya.

Tomohon Tak Dilewati Jalan Tol

Perumpamaan Olly Dondokambey ini oleh sejumlah elemen masyarakat Tomohon melihat hubungan penguasa Tomohon dengan penguasa provinsi dan pusat.

“Selama ini penguasa Tomohon seperti mengambil jarak dengan daerah yang pemimpinnya tidak separtai. Sehingga pemerintah provinsi dan pusat seakan tidak memperhatikan Tomohon,” kata salah satu tokoh agama.

Infrastruktur Jalan yang Tak Terurus

Memang, banyak kalangan yang mengakui jalan-jalan di Kota Tomohon telah beraspal. Namun, apakah panjang jalan-jalan yang sekarang beraspal mulus – kini mulai berlubang – tidak menjadi ancaman bagi Kota Tomohon di masa depan? Bukankah jalan-jalan ini perlu anggaran pemeliharaan yang tentunya besar?

Pemerintah Pusat Sulit Prioritaskan Tomohon, Kecuali….

Apakah ini bukan ‘jebakan’ bagi siapapun yang akan ‘berkuasa’ di Kota Tomohon nantinya? Aspal jalan pasti suatu saat rusak. Ketika itulah pemerintah akan mulai memperbaiki. Perbaiki di sini, di sana rusak belum sempat diperbaiki. Perbaiki di sana, di sini sudah rusak, padahal sudah pernah diperbaiki.

Banyak Jalan di Tomohon Tanpa Saluran Air

Meski jalan-jalan sudah beraspal mulus, bukan berarti tidak ada suara-suara sumbang yang disuarakan rakyat ketika berbincang di rumah kopi, di rumah teman, di warung-warung yang berada di pertigaan atau perempatan jalan. “Pembangunan dan pemberian bantuan masih pilih kasih. Jika (wilayah atau personal) bukan pendukung ketika Pilkada lalu, pasti tidak akan diperhatikan pemerintah kota saat ini. Yang tidak mendukung pada Pilkada saat itu seakan dianggap ‘bukan’ warga Kota Tomohon. Slogan siapapun yang terpilih adalah pemimpin seluruh rakyat, tidak berlaku di daerah ini,” ungkap sejumlah warga di Kecamatan Tomohon Utara.

Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Sulut

Leave a Reply