Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MenESDM), Ignasius Jonan melihat spek mobil listrik besutan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, Sabtu 27 April 2019.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MenESDM), Ignasius Jonan melihat spek mobil listrik besutan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, Sabtu 27 April 2019.

Ignasius: Masalah Mobil Listrik Adalah Harga

Hadirnya mobil listrik diyakini akan mendorong diversifikasi bahan bakar kendaraan dari BBM (Bahan Bakar Minyak) ke listrik yang berdampak signifikan bagi kualitas udara. Tak hanya itu, keberadaan mobil listrik juga akan menurunkan volume impor BBM.

Karena nilai strategis inilah, Pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik yang memiliki emisi rendah hingga dapat bersaing dengan kendaraan konvensional,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MenESDM), Ignasius Jonan usai memperingati Hari Bumi dke-49 di Museum Geologi, Bandung Sabtu 27 April 2019.

BACA JUGA: Mahasiswa Universitas Jember Bikin Mobil Listrik Urban Terhemat

Pada kesempatan tersebut Jonan berkesempatan melakukan uji coba mobil listrik jenis Crossover yang dinamakan Evhero dan jenis Sportcar V8 Vadi, besutan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung.

Diakui Ignasius, tantangan terbesar mobil listrik adalah masalah harga. “Kalau harga mobil listriknya Rp1,5 miliar, siapa yang mau beli, atau Rp 750 juta, siapa yang bisa beli, itu kan dua kali harga (mobil jenis) kijang,” ujarnya.

Namun demikian, mobil listrik sangat diperlukan karena konsumsi BBM terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor juga penguatan infrastuktur jalan raya. Menurut Ignasius, ke depan sulit mengimbangi kenaikan kebutuhan atau konsumsi BBM. Salah satu jalan untuk mengurangi impor BBM atau impor minyak mentah itu adalah dengan mobil listrik.

BACA JUGA: Pemerintah Genjot Hybrid Dulu Ketimbang Mobil Listrik, Ini Alasannya

Leave a Reply